Kepala SMKN 1 Dimejahijaukan


1936

Diduga Korupsi Proyek Pembangunan


SEMARANG–Diduga melakukan korupsi atas proyek pembangunan gedung Laboratorium Batik dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tata Kecantikan Rambut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Pekalongan, kepala sekolah setempat Suharso harus menjalani proses peradilan. Kamis (19/6) kemarin perkaranya mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan, Trio Jatmiko dalam dakwaannya menyebutkan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan tahun 2006 yang dibiayai dari dana bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). “Atas perbuatan terdakwa, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 113 juta,” ungkapnya.
Jaksa membeberkan, dana yang dianggarkan oleh Pemprov Jateng tersebut sebesar Rp 470 juta. Namun dalam kenyataannya, hanya sekitar Rp 357 juta yang digunakan. Sedangkan sisanya diduga digelapkan oleh terdakwa.
“Perbuatan terdakwa yang merangkap ketua panitia proyek pembangunan tidak mampu mengelola sesuai dengan RAB (Rancangan Anggaran Biaya). Terdakwa juga tidak bisa memberikan laporan pertanggungjawaban perihal penggunaan bantuan dana tersebut,” bebernya.
Jaksa juga mendasarkan pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bahwa masih banyak paket pengerjaan yang belum terlaksana. “Lantai keramik tidak dilakukan. Begitu juga dengan pemasangan asbes, kayu, kampas, cat plafon yang semuanya masih di bawah nilai 100,” imbuhnya.
Atas perbuatannya, jaksa mendakwa yang bersangkutan melanggar ketentuan pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Jaksa juga mendakwa terdakwa menyalahgunakan kewenangan sebagaimana dalam pasal 3 dalam undang-undang yang sama.
Menanggapi dakwaan tersebut, terdakwa bersama penasihat hukumnya Eko Suparno menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Oleh karena itu, tahapan persidangan selanjutnya adalah proses pembuktian. “Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali Kamis (26/6) depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” ucap majelis hakim sebelum mengakhiri persidangan. (fai/ida)