Kepala DPPAD Mendadak Mundur

144

GUBERNURAN – Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng Herry Supangat mendadak mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut Jumat (20/6) disetujui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pengunduran diri pejabat selama ini jarang terjadi di lingkungan Pemprov Jateng.
Gubernur Ganjar Pranowo membenarkan telah menyetujui pengunduran diri Herry Supangat. ”Yang bersangkutan mundur, ya tak ganti,” ujarnya saat dihubungi Radar Semarang, kemarin.
Siang kemarin, Ganjar dan Plt Sekda Jateng Sri Puryono singgah ke kantor DPPAD Jateng di Jalan Pemuda untuk menyerahkan surat persetujuan pengunduran diri itu secara langsung.
Gubernur enggan bercerita banyak terkait permasalahan yang terjadi, sehingga ada pengunduran diri tersebut. Saat ditanya apakah terkait target kinerja yang tidak tercapai, dia hanya menjawab hal tersebut mungkin berasal dari yang bersangkutan. ”Mungkin itu dari beliaunya sendiri, tanya saja yang bersangkutan,” katanya.
Sebagai pengganti Herry, posisi Kepala DPPAD Jateng sementara dijabat Puji Astuti sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Puji sebelumnya menjabat Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kota Pekalongan.
Ganjar hanya berharap ke depan kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penghasil pendapatan daerah tersebut lebih baik. ”Harapannya ya lebih baik,” ujarnya.
Plt Sekda Jateng Sri Puryono menyatakan, Herry sudah mengajukan pengunduran diri sejak 13 Juni lalu. ”Pak Herry Kepala DPPAD mengajukan pengunduran diri tanggal 13 Juni, karena alasan tidak mampu melaksanakan tugas yang semakin berat,” jelasnya.
Herry Supangat sendiri saat dikonfirmasi mengatakan dirinya mengundurkan diri lebih karena faktor usia. Menurut dia, usianya saat ini sudah 57 tahun lebih. Sesuai aturan, usia pensiun PNS adalah 56 tahun. Namun jabatannya selama ini diperpanjang. ”Usia saya sudah tidak mampu, inovasi saya nggak tekan. Perkembangan zaman kan dinamis, saya merasa kurang bisa mengikuti,” paparnya.
Dia juga membantah pengunduran dirinya karena ada masalah. ”Nggak ada masalah apa-apa,” ucapnya.
Herry membenarkan pengunduran dirinya sudah merupakan usulan lama. Dia mengajukan pengunduran diri melalui surat yang ditujukan ke gubernur dan direspons oleh Ganjar dengan menerbitkan SK pemberhentian. (ric/aro/ce1)