Kemarau Panjang, Maksimalkan Fungsi Embung

154


UNGARAN–Meski saat ini sudah masuk musim kemarau, namun masih akan terjadi hujan di kawasan Jawa Tengah. Khususnya di beberapa bagian seperti sepanjang pantai utara dan pantai selatan Jateng. Ini karena Sea Surface Temperature  (SST) atau biasa disebut dengan suhu permukaan laut yang masih hangat, sehingga mempengaruhi adanya pembentukan awan hujan. 
Kepala Bagian Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimarologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Reni Kraningtyas menjelaskan, meski bulan Juni ini sudah masuk ke musim kemarau, sejumlah kawasan di Jateng masih akan turun hujan dengan intensitas rendah hingga sedang, yakni antara 1-50 mm per hari.
“Meski sudah masuk musing kemarau, masih akan ada hujan dengan intensitas rendah dan sedang, tidak menutup kemungkinan intensitasnya tinggi, namun hanya sebentar,” kata Reni Kraningtyas saat dihubungi, Kamis (18/6).
Secara perhitungan rata-rata selama Juni dibandingkan Mei, intensitas hujan sudah menurun di bawah 50 mm. “Akan terus menurun hingga bulan Juli mendatang, diperkirakan Agustus baru terasa kemarau,” ujar Reni.
Seperti diketahui BMKG pusat memperkirakan adanya potensi El Nino lemah di Juli-Agustus 2014. Dampak dari El Nino ini mulai dirasakan Agustus 2014. Potensi El Nino yang akan terjadi di 2014 tidak akan separah dengan El Nino yang terjadi pada 1997.
Untuk menghadapi El Nino ini, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang, Urip Triyogo, melalui Kabid Pertanian, Fadjar Eko Prijono, telah memerintahkan seluruh perugas penyuluh lapangan untuk meminta para petani tidak memaksakan diri menanam tanaman yang membutuhkan banyak air.
“Saat ini memang belum ada laporan adanya daerah yang kesulitan air, tetapi untuk mengantisipasi petani merugi, kami telah menyarankan untuk tidak memaksakan diri menanam tanaman yang membutuhkan banyak air, seperti padi, terkecuali mereka menggunakan bibit Padi Situ Bagendit (tahan di lahan kering). Atau jenis lain yang tidak membutuhkan banyak air seperti palawija,” katanya.
Untuk menghadapi El Nino yang mengakibatkan musim kemarau berkepanjangan, Kabupaten Semarang juga telah mempersiapkan tujuh embung di berbagai kecamatan untuk menjaga ketersediaan air di kawasan sekitar. (dni/aro)