Jelang Puasa, Kafe Karaoke Buka Siang

180

KAJEN–Puluhan kafe dan karaoke di Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mulai dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, kafe karaoke yang seharusnya dibuka malam hari menjelang puasa, justru beroperasi di siang hari.
Ternyata, keberadaan kafe karaoke tersebut, tidak berizin. Hal itu diketahui, setelah warga melakukan protes pada salah satu kafe karaoke di Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong.
Wagiyo, 37, warga Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong, Jum’at (20/6) siang kemarin, mengungkapkan bahwa sejak sepekan terakhir, beberapa warung dan kafe mulai membuka usahanya pada siang hari. Warga desa merasa terganggu, karena banyaknya pengunjung hilir mudik. ”Sudah hampir sebulan ini, kafe dan warung karaoke banyak yang buka mulai siang hari. Malam hari juga buka seperti biasanya,” ungkap Wagiyo.
Menurutnya, sebagian besar karyawan yang bekerja di kafe, bukan warga dari Desa Sumur Jomblang Bogo, melainkan warga luar daerah. Bahkan, pihak desa sudah berulang kali menegur, namun tidak mendapatkan tanggapan yang baik.
”Jika kondisi ini kita biarkan, akan berpengaruh buruk pada anak. Hari ini kita tegur, ya ditutup. Nanti beberapa hari kemudian, dibuka lagi,” kata Wagiyo.
Gunawan, 34, warga Desa Bojong, pengelola kafe karaoke di Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong, mengaku bahwa selama sebulan terakhir, menjelang puasa, kafe karaoke sengaja buka mulai siang. Alasannya untuk mengejar setoran. Karena saat puasa nanti, kafe karaokenya akan ditutup selama satu bulan. ”Kami mengejar setoran, sekalian buat sangu pulang kampung karyawan,” ujar Gunawan, saat ditemui di warungnya, Jum’at (20/6) siang kemarin.
Menurutnya, dari 16 kafe karaoke di Kecamatan Bojong, hanya satu yang memiliki izin. ”Punya saya sudah ada izinnya. Dulu, 3 tahun yang lalu, di Kecamatan Bojong ini hanya ada tiga tempat kafe karaoke, yaitu di tempat saya, Dewi dan Asri. Sekarang jumlahnya sudah banyak, lebih dari 20-an. Mereka juga buka siang hari menjelang puasa ini,” jelas Gunawan.
Kasi Penegakan Perundang-Undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Pekalongan, Siswo Handoyo, menandaskan bahwa pihaknya rutin mengadakan operasi penertiban, pada kafe karaoke yang tidak berizin. Terutama yang membuka usaha di siang hari. Namun sebagian besar tidak merespon dengan baik.
“Ada beberapa pengusaha dan karyawan kafe karaoke yang sempat kami berikan sanksi, agar tidak membuka usaha di siang hari. Namun jika melanggar lagi, terpaksa kami tertibkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ancam Siswo Handoyo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Pekalongan, Siswanto, menegaskan bahwa selama ini Dinas Pariwisata telah menghimbau pengusaha hiburan agar menaati aturan dan mengajukan izin sesuai Perda. ”Kami selalu koordinasi dengan Satpol PP dan instansi lain yang terkait. Bahkan rutin mengadakan pembinaan, agar yang belum berizin, segera mengurus izinnya,” tegas Siswanto. (thd/ida)