GUBERNURAN – Provinsi Jateng memborong juara dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur. Predikat bergengsi yang diraih di antaranya adalah Juara I Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) tingkat Nasional dan Penghargaan ”Upakarya Wanua Nugraha” yang diberikan kepada Gubernur Jateng atas Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui penerapan TTG tingkat provinsi.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Jateng Tavip Supriyanto mewakili Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi disaksikan Wakil Presiden Boediono di Stadion Sempaja, Samarinda, Kaltim, Kamis (19/6). GTT Nasional XVI digelar 17–23 Juni 2014.
Selain dua penghargaan tadi, Jateng juga mendapatkan ”Upakarya Wanua Nugraha” untuk Wali Kota Pekalongan yang telah melakukan Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui penerapan TTG Tingkat Kabupaten/Kota, Juara I tingkat Nasional untuk Inventor Award Elektone Wetflast kepada Baskoro, siswa SMA Pangudi Luhur Muntilan Kabupaten Magelang (Penghargaan dari LIPI).
Kepala Bapermades Jateng Tavip Supriyanto mengatakan kegiatan tahunan tersebut menjadi salah satu upaya strategis dalam penyebarluasan informasi berbagai TTG perdesaan yang dapat memberi nilai tambah kepada masyarakat. Juga sebagai forum menggali gagasan dan pemikiran dalam rangka penyusunan kebijakan pengembangan dan pemasyarakatan TTG perdesaan. ”Bapermades Jateng tahun ini menampilkan peralatan TTG terbaik sebanyak 41 alat, antara lain alat TTG bidang pertanian, home industry, peternakan, kesehatan, perikanan dan produk unggulan seperti batik dari Kabupaten/Kota Se Jateng, tas, makanan kecil, serta handycraft,” katanya,
Kontingen Jateng pada event Gelar TTG Nasional XVI kali ini diikuti oleh 33 Kabupaten/Kota (17 Kabupaten/Kota sebagai peserta aktif dan 16 Kabupaten/Kota sebagai peninjau). ”Dengan adanya Gelar TTG Nasional XVI diharapkan masyarakat ”melek” terhadap TTG sehingga sumber daya alam yang melimpah di Jateng dapat diolah dengan peralatan TTG sehingga memberikan nilai ekonomis yang signifikan yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengurangan pengangguran,” paparnya. (ric/ton/ce1)