BALAI KOTA – Pemerintah Kota Semarang menggelar rapat koordinasi pengamanan pilpres bertempat di Gedung Taman Budaya Raden Saleh, Kamis (19/6). Rapat koordinasi yang melibatkan Wali Kota Semarang, Muspida, Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah dan Camat ini sebagai upaya mengamankan dan menyukseskan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 2014 pada 9 Juli mendatang.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan sejumlah pesan untuk suksesnya pilpres 2014. Yang pertama, pentingnya mempelajari, memedomani dan patuh terhadap peraturan pemilu. Sosialisasi tugas dan tanggung jawab selama pemilu juga ditegaskan wali kota dalam kesempatan tersebut. ”Dengan menyosialisasikan tugas, tanggung jawab dan memedomaninya dalam menjalankan tugas tidak akan tumpang tindih dan lempar tanggung jawab,” ungkap pejabat yang akrab disapa Hendi ini.
Diakui Hendi, suasana jelang pilpres di Kota Semarang bahkan hingga tahapan kampanye ini masih kondusif. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan untuk mencegah berbagai upaya kekerasan dan benturan antarkontestan. Ia meminta bantuan dan dukungan TNI, Polri, jajaran PNS hingga insan media untuk ikut menjaga kondusivitas jelang pilpres. ”Saya minta para peserta pemilu untuk menjaga akuntabilitas, transparansi serta tetap menyampaikan protes dan aduan pemilu dengan tertib dan damai,” harapnya.
Dalam upaya mencegah tindakan penyimpangan, pelanggaran, intimidasi dalam pemilu, wali kota menekankan pentingnya netralitas PNS, TNI maupun Polri. ”Netral hukumnya wajib bagi PNS. Tak seperti TNI dan Polri yang tidak memiliki hak pilih, PNS memiliki hak pilih. Oleh karenanya, gunakan hak pilih dengan baik dan benar. Namun tetap ingat untuk menjaga netralitas dengan tidak memengaruhi siapa pun untuk memilih calon tertentu,” tegasnya.
Netralitas, lanjutnya, bukan berarti pasif dan diam saja, melainkan diperlukan sikap netral yang aktif yakni dengan mendorong dan menyosialisasikan warga untuk menggunakan hak pilihnya dan menyukseskan pilpres. ”Jika pada pilgub lalu tercatat 54 persen dan meningkat menjadi 76 persen pada pileg, harapannya pada pilpres mendatang tingkat partisipasi masyarakat dapat semakin meningkat,” harapnya.
Sementara Kapolrestabes Semarang Kombespol Djihartono menyampaikan kesiapan jajarannya untuk mengamankan pelaksanaan pilpres. ”Personel sudah ditunjuk dan diberikan pelatihan, sedangkan pengecekan peralatan juga sudah dan akan terus dilakukan,” ungkap Djihartono.
Dandim 0733 BS Letkol Inf Mohammad Taufiq Zega memastikan netralitas jajarannya dalam pelaksanaan pilpres. Tindakan dan sanksi tegas hingga pemecatan akan diberikan jika ada anggota yang terbukti tidak netral.(zal/ton/ce1)