Kerugian Ditaksir Miliar Rupiah

LEMPONGSARI – Hotel dan karaoke Rinjani di Jalan Rinjani 16A, Lempongsari, Gajahmungkur, terbakar, Jumat (20/6) sekitar pukul 11.15 kemarin. Pemicunya, mesin genset berkapasitas 200 Kva di Hotel Rinjani mengalami korsleting arus listrik. Akibat kebakaran, sejumlah pengunjung panik hingga berlarian keluar dari dalam hotel melihat kepulan asap yang kian membesar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat kebakaran terjadi, suasana sempat mencekam, karena kepulan asap terus membesar. Petugas pemadam kebakaran Kota Semarang sempat menerjunkan 9 mobil blanwir di lokasi kejadian. Ledakan berkali-kali terdengar di tengah kepulan asap. Kobaran api terus membesar hingga membakar sebagian ruang hotel dan karaoke di lokasi tersebut.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, kebakaran tersebut bermula ketika lampu PLN dimatikan total mulai pukul 09.00 kemarin. Pihak hotel kemudian menyalakan mesin genset agar aktivitas hotel tetap berlangsung. ”Mesin genset dinyalakan, dan semua berjalan lancar,” kata Kepala Teknisi Hotel Rinjani, M. Subakri kepada Radar Semarang.
Sekitar pukul 11.00, lampu PLN menyala, dan pihak hotel memindahkan dari genset ke PLN. Awalnya, semua berjalan normal. Subakri pun melaporkan perkembangan ke atasannya. Saat keluar ruang itulah, tiba-tiba kepulan asap mulai muncul dari ruang basement. ”Asap langsung membesar dan membakar ruang basement. Api terus membesar,” ujarnya.
Kobaran api kian membesar karena di ruang basement terdapat sekitar 1.000-2.000 liter solar. Di tengah kebakaran itu, sempat terdengar suara ledakan kecil berkali-kali. ”Suara ledakannya berkali-kali, saya saja sampai kaget dengarnya,” kata seorang saksi, Sudarto, 50.
Saat mengecek, ia semakin kaget melihat kepulan asap membesar dari depan hotel. Sudarto sempat melihat sejumlah pengunjung hotel berlarian keluar begitu melihat kepulan asap. ”Banyak yang panik, mereka lari semua,” ujarnya.
Kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Namun pihak hotel dinilai terlambat dalam melaporkan insiden kebakaran tersebut. Pasalnya, jarak kemunculan api dan kedatangan pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran (damkar) hampir dua jam. Kemunculan api terjadi pada pukul 11.15, tapi petugas damkar dan polisi baru tiba di lokasi sekitar pukul 13.00.
Setidaknya 9 mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) diterjunkan ke lokasi. Meski begitu, petugas masih kesulitan untuk menjinakkan si jago merah. Karena posisi genset terbakar berada di lantai bawah tanah, dan banyaknya warga yang berdatangan untuk menyaksikan kejadian tersebut. Selain itu, api sudah membesar hingga melahap bagian hotel, ruang spa, dan puluhan room karaoke di lokasi kejadian.
”Cukup sulit, karena yang terbakar berada di basement dasar. Apalagi ada bahan yang mudah terbakar,” kata Kepala Seksi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Supriyanto.
Ia mengatakan, pintu masuk ke ruang basement tepat di antara ruang Shinta Sauna dan kamar penginapan. Jalan menuju titik api atau basement hotel berkelok-kelok, sehingga menyulitkan petugas untuk memasukinya. Selain itu, sempat juga terjadi ledakan dari sumber api.
”Ledakan itu berasal dari aki dengan unsur litium di dalamnya, jadi meledak kalau disiram air. Kami mengerahkan 30 personel dengan 8 hingga 9 unit mobil damkar. Penjinakan api juga digunakan dengan form liquid untuk api yang membakar solar. Mobil lighting juga kami kerahkan, tapi masih sulit untuk benar-benar dipadamkan,” terangnya di lokasi sekitar pukul 16.00. 
Baru setelah berjibaku hingga lebih dari lima jam, kobaran api berhasil dijinakkan. Kejadian itu sempat membuat warga penasaran. Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat kejadian dari dekat. ”Wah, apinya besar, menakutkan juga. Apalagi lokasinya di permukiman padat penduduk,” ujar seorang warga.
Peristiwa kebakaran hotel dan karaoke Rinjani kemarin menjadi perhatian khusus Kapolrestabes Kombespol Djihartono. Ia bersama sejumlah pejabat teras Polrestabes Semarang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Djihartono langsung mengambil sikap dengan melakukan evakuasi. Pihaknya berkoordinasi dengan laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang guna meneliti penyebab kebakaran tersebut. ”Kami akan periksa manajemen hotel dan karaoke untuk mengetahui penyebab kebakaran itu. Yang penting tahap awal untuk evakuasi sudah selesai,” katanya.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan, pihak hotel diduga menganggap remeh kejadian tersebut. Sebab, pihaknya terlambat menerima laporan atas insiden kebakaran tersebut. ”Kami baru tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 bersamaan dengan petugas damkar. Mungkin pihak hotel merasa percikan api itu bisa dijinakkan sendiri, soalnya dulu juga pernah terbakar tapi berhasil dipadamkan oleh pihak hotel sendiri,” ujarnya.
Pihaknya juga belum dapat mengetahui total kerugian yang diderita oleh pihak hotel atas insiden tersebut. Akan tetapi, disinyalir total kerugian yang diderita mencapai miliaran rupiah. ”Kami belum tahu pastinya, pihak hotel juga belum melaporkan jumlah kerugian yang diderita. Dugaan kami mencapai miliaran karena di lokasi terdapat 12 room karaoke dengan fasilitas senilai Rp 40 juta. Itu belum materi yang lain juga,” ungkapnya. (fth/har/aro/ce1)