Dihelat Simphoni Negeri di Awan

94

WONOSOBO – Upaya Pemkab Wonosobo mendongkrak sektor wisata terus dilakukan. Tahun ini, direncanakan menghelat pertunjukan bertema Simfoni Negeri di Awan. Dalam kegiatan ini, akan digelar pentas seni Mahakarya Dieng serta berbagai kegiatan atraksi seni dan budaya lainnya.
“Simfoni Negeri di Awan, merupakan tema acara besar, di dalamnya akan banyak agenda seni dan budaya Wonosobo,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sigit Sukarsana kemarin (20/6).
Sigit menyampaikan, rangkaian acara bertajuk Simfoni Negeri di Awan akan digelar pada 9-10 Agustus mendatang. Sejumlah acara yang dipersiapkan dimulai dari Fun Bike tour De Dieng, potong rambut gimbal di tepi Telaga Sicebong Sembungan hingga pergelaran tari kolosal Opera Mahakarya Dieng melibatkan sedikitnya 500 penari.
“Opera Mahakarya Dieng bagian dari kesuksesan tahun lalu, namun tahun ini akan digelar di Dataran tinggi Dieng, tahun lalu di depan pendopo bupati,”katanya.
Dikatakan, pada pertunjukan Opera Mahakarya Dieng tahun ini, akan berlangsung lebih istimewa. Iringan musik secara live merangkul sedikitnya 80 pemusik tradisional dan orkestra.
“Dengan iringan musik secara langsung, pertunjukan akan lebih berasa,” imbuhnya.
Selain acara itu, Sigit menjelaskan pada 10 Agustus, juga akan digelar acara seni tradisional menerbangkan balon udara warna-warni yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Sapuran, pada pagi hari. Siangnya, akan digelar Wonosobo Costume Carnival (WCC) dipusatkan di Alun-Alun Wonosobo.
“Dari seluruh rangkaian acara itu, akan digelar lomba foto yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah,” tuturnya.
Waket Prasudi Puger sutradara Opera Mahakarya Dieng menambahkan, pertunjukan tari kolosal kali ini akan lebih menarik. Selain lokasi dipindah ke Dieng, tata panggung akan lebih menarik dengan pencahayaan yang kuat karena acara digelar malam hari.
“Jumlah pemain untuk tahun ini bertambah, karena musik pengiring dilakukan secara langsung,” tandasnya.
Bedanya, kata Waket, pada tahun lalu pertunjukan menelan waktu mencapai 3 jam. Tahun ini diperpendek menjadi sekitar 1,5 jam dengan tidak mengurangi isi cerita. Berisi kisah berdirinya Dieng dan Wonosobo sejak awal 0 Masehi hingga peradaban kekinian.
“Cerita ini panjang berkisah tentang lahirnya Dieng dari masa ke masa hingga periode kehidupan hari ini,”katanya. (ali/lis)