Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr Wb Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin MAg di harian Radar Semarang yang saya hormati. Sebagai seorang muslim kita sangat dianjurkan untuk selalu memohon dan berdoa kepada Allah SWT, karena Allah lah Tuhan kita dan kepada-Nya lah kita memohon. Pertanyaan saya, bagaimana supaya doa saya cepat dikabulkan oleh Allah SWT? Sebab, berbagai macam cara sudah saya lakukan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan. Akan tetapi, mengapa doa saya belum juga dikabulkan oleh Allah SWT? Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban Bapak.
Wassalamu ’alaikum Wr Wb

Ihtirozun Nafis, Semarang 085290715xxx

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr Wb Bapak Ihtirozun Nafis di Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaan Bapak. Berkaitan dengan masalah berdoa, di Alquran terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang berdoa. Di antaranya adalah firman Allah SWT yang artinya, ”Dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku kabulkan permintaanmu”, (QS. Al-Mukmin: 60). Pada ayat yang lain Allah SWT juga berfirman, ”Aku mengabulkan doa orang yang berdoa bila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan)-Ku dan beriman kepada-Ku”, (QS. Al-Baqarah: 186).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa yang pertama dan utama dituntut dari orang yang berdoa adalah memenuhi panggilan atau melaksanakan ajaran agama. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah, Nabi SAW menguraikan keadaan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, sehingga pakaiannya lusuh. Kemudian ia mengangkat tangan dan berdoa, ”wahai Tuhan perkenankanlah doaku”. Namun makanan yang dimakannya haram, minuman yang diminumnya haram, pakaian yang dikenakannya juga haram. Maka bagaimana mungkin doanya bisa dikabulkan? (HR. Muslim).
Selanjutnya ayat di atas memerintahkan orang yang berdoa agar beriman kepada-Nya bukan saja dalam pengertian mengakui keesaan-Nya, melainkan juga percaya bahwa Allah akan memilih yang terbaik untuk si pemohon, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan doanya itu. Hanya saja boleh jadi Allah memperlakukannya seperti seorang ayah memperlakukan anaknya: sekali waktu memberikan sesuatu sesuai dengan permintaan, di lain waktu memberikan yang lain dan lebih baik dari yang diminta. Namun, tidak jarang Allah menolak permintaannya, tetapi memberinya sesuatu yang lebih baik di masa mendatang, kalaulah tidak di dunia ini maka di akhirat kelak.
Dari sekian banyak ayat dan hadis diperoleh petunjuk tentang doa. Di antaranya adalah bahwa doa hendaknya dimulai dengan ucapan ”Alhamdulillah”, yaitu memuji Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkan. Setelah itu, mengucapkan salawat, yaitu permohonan kepada-Nya agar Nabi SAW dilimpahi rahmat dan kasih sayang-Nya. Ini dinilai sebagai kunci pembuka, sebab Nabi SAW adalah kekasih Allah dan melalui beliau, kita akan memperoleh petunjuk. Setelah itu, barulah kita ajukan permohonan. Setelah itu, akhirilah doa dengan mengucapkan ”Subhaanallah”, yaitu menyucikan Allah dari segala kekurangan, antara lain sifat kikir dan tidak adil. Bahkan, akhirilah doa dengan mensyukurinya sekali lagi. Sebab hal ini mengandung makna bahwa si pemohon dipenuhi dengan rasa optimistis bahwa doanya tidak akan disia-siakan oleh Allah. Tentu saja, semua itu hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan rendah hati.
Semoga doa Bapak Ihtirozun Nafis segera dikabulkan oleh Allah dan janganlah berputus asa dalam berdoa dan memohon kepada Allah, karena hanya Allah lah tempat memohon dan meminta. Demikian jawaban yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya dan barakah. Wallahu ’alam bishshowab. (*/ton/ce1)