MUNGKID– Sejak banjir lahar dingin 2010 yang menerjang Kali Putih tepatnya di wilayah Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang, banyak infrastruktur yang belum dibenahi. Salah satunya saluran irigasi.
Hal itu membuat petani di Desa Blongkeng Kecamatan Ngluwar terpakssa membangun irigasi sementara dari bambu dan terpal.
Pantauan koran ini, belasan warga mulai memasang irigasi yang membentang sepanjang 25 meter, dengan tinggi 1 meter dan lebar 80 sentimeter. “Pekerjaan semacam ini, rutin dilakukan oleh warga menjelang musim kemarau. Kami membuatnya dengan terpal dan bambu soalnya lebih murah, dan airnya bisa kami manfaatkan untuk lahan-lahan kami,” ujar Sutarman, salah satu perangkat Dusun Sabrangkali.
Sutarman mengatakan, pembuatan saluran air tersebut sudah berjalan selama satu minggu ini. Setiap harinya ada sekitar 25 warga yang bekerja bakti sejak pukul 07.30 hingga sore hari. Mereka juga membutuhkan 63 lonjor batang bambu, dan terpal. Adapun total anggaran swadaya yang dibutuhkan untuk membuat saluran irigasi tersebut mencapai Rp 3 juta.
“Sampai sekarang baru terkumpul sekitar Rp 1.750.000. Kami semua harus patungan dengan sistem iuran Rp 10 ribu per seribu meter lahan bagi para pemilik lahan. Kalau bagi yang tidak punya lahan, tetap menyumbang tenaga untuk kerja bakti dan konsumsi,” ujar pria yang menjabat sebagai Bendahara Dusun Sabrangkali itu.
Sutarman mengatakan, inisiatif untuk membangun saluran air secara swadaya ini sebagai solusi nyata dari warga. Warga sudah berulang kali menyampaikan permohonan untuk bantuan pembangunan dari Pemkab setempat, yang disampaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) dan Dinas Pertanian terkait rusaknya saluran irigasi tersebut.
Sumardi, 47, warga lainnya mengatakan saluran irigasi swadaya itu nantinya akan dipergunakan untuk mengairi sekitar 50 hingga 100 hektare lahan pertanian di dua desa, yakni Desa Blongkeng dan Plosogede. Sementara itu, terdapat sekitar delapan dusun yang akan mendapat jatah pengairan dari irigasi ini.
“Delapan dusun ini yakni, Dusun Sabrangkali, Tegal wungu, Basiran, Karangasem, Blongkeng, Gatak titang, Tingkiran, Ganjuran. Harapan kami air bisa lancar dan mengairi lahan persawahan dan ladang penduduk saat musim kemarau seperti ini,” ujar dia.
Kepala DPUESDM Sutarno mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terkait kondisi saluran irigasi tersebut. Namun demikian, dia mengaku kurang tahu persis adanya permohonan masuk untuk bantuan pembuatan saluran irigasi yang rusak akibat diterjang banjir lahar tersebut. (vie/lis)