SEMARANG – Jawa Tengah per tahun membutuhkan setidaknya 5 ribu tenaga kerja di bidang garmen. Berbagai pelatihan digencarkan guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Tengah Ismanto di sela pembukaan Pameran Industri Kreatif Daerah di Java Mall kemarin mengatakan, beberapa tahun terakhir industri garmen di Jateng menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk bidang ini pun bertambah.
Dari kebutuhan tersebut, ucapnya, BPSDM baru bisa memberikan pelatihan bagi sekitar 3 ribu calon tenaga kerja per tahun. “Kita maunya memberikan pelatihan pada sebanyak-banyaknya calon tenaga kerja. Tapi masih terbatas dengan dana,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlah dana yang dibutuhkan.
Pelatihan untuk industri garmen ini sebagian besar diikuti oleh para lulusan SMA maupun SMK yang berminat. Materi yang diajarkan meliputi pembuatan pola, menjahit hingga bahan baku menjadi pakaian siap pakai. Lama pelatihan 20 hari. Mulai dari nol sampai bisa membuat baju.
Usai mendapatkan pelatihan, para calon tenaga kerja ini biasanya disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Sebagian juga ada yang memanfaatkan keahliannya untuk membuka usaha sendiri. “Biasanya juga sudah ada perusahaan yang memesan, jadi tinggal kami salurkan,” ujarnya. (dna/smu)