Kepala SMA 1 Salatiga Hindari wartawan

SALATIGA- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Salatiga Dharmo Wijoyo menyebutkan pungutan yang tidak sesuai dengan regulasi adalah melanggar hukum. Sebab, sumbangan yang sukarela bila tidak ada penetapan nominal dan jangka waktu tertentu adalah tidak diperbolehkan.
“Harus ada kejelasan terlebih dahulu, dana sumbangan itu untuk apa? Jika memang sukarela, maka harus jelas penggunaan. Tetapi bila waktunya dan besarannya ditetapkan maka itu pungutan,” jelas Dharmo Wijoyo kemarin.
Ia sendiri mengaku belum mendapatkan laporan mengenai adanya pungutan di SMA Negeri 1 Salatiga sebesar Rp 4 juta per siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Salatiga Wahyu Tri Astuti hingga kemarin belum bisa dimintai konfirmasinya. Saat hendak ditemui wartawan, harus menunggu lama di ruang tunggu. Setelah ditunggu lama, staf tata usaha (TU) justru mengatakan jika kepala sekolah uji kempetensi itu sudah tidak berada di ruang kerjanya.
Salah satu orang tua siswa yang telah diterima di sekolah itu melalui program akselerasi menuturkan, beberapa waktu lalu setelah pengumuman memang telah dikumpulkan sekolah dan diberitahu mengenai sumbangan sebesar Rp 4 juta.
“Sumbangan itu bisa dicicil dalam waktu tertentu. Saya ikhlas karena untuk anak,” terang perempuan yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Berbeda lagi dengan orang tua lainnya yang mengaku keberatan dengan besaran sumbangan tersebut. Ia meminta keringanan dan akhirnya mendapatkan potongan sumbangan sebesar 50 persen.
Sementara itu, sejumlah wartawan kemarin mendapatkan pesan singkat mengenai kondisi di SMA 1 Salatiga. Pesan berjudul ”Dosa – dosanya Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014 / 2015 SMA Negeri 1 Salatiga” itu antara lain berisi: penerimaan perserta didik baru di SMA 1 berbenturan dengan Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor: 422.1/125/2014 tertanggal 30 Mei 2014. Kemudian, SMA 1 dinilai mencuri start dalam PPDB 2014/2015. Juga mempersoalkan surat izin operasional untuk kelas akselerasi/program percepatan/ program Cerdas Isti¬me¬wa dan Bakat Isti¬mewa (CIBI) di SMA Negeri 1 Salatiga dari dinas terkait bernomor: 288/420.13.
“Menerima 220 siswa tanpa SHUN sebagai salah satu syarat wajib dan sudah menarik uang sumbangan. Termasuk uang shodaqoh untuk pesta kemeriahan PPDB 2014 / 2015 untuk panitia,” begitu isi sms yang kemarin beredar. (sas/aro)