Pernah Dicibir Guru Aneh

156

Nanik Srihartati, 38 meraih predikat Juara 2 Pemilihan Guru Berprestasi tingkat Nasional tahun 2011, dan Juri Guru Berprestasi tingkat Nasional Jawa Tengah Tahun 2013. Guru yang mengajar di daerah terpencil Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan itu ternyata di awal kariernya selalu dicibir oleh rekan sesama guru, karena dianggap over acting dan aneh.Awal kariernya dimulai tahun 1999, ketika diterima sebagai CPNS, dan ditempatkan mengajar sebagai Guru di Desa Tenggeran, Kecamatan Paninggaran, desa tertinggal dan terpencil, yang berjarak 70 kilometer dari Ibukota Kabupaten Pekalongan Kajen.Menurutnya, ketika pertama kali mengajar di SD Negeri Tenggeran, Desa Tenggeran, Kecamatan Paninggaran tahun 1999, dirinya sebagai guru merasa prihatin melihat siswa SD Negeri Desa Tenggeran, yang berjumlah 237 siswa. Karena siswa sebanyak itu dengan 6 lokal kelas, sejak pertama kali berdiri tahun 1980 an tidak pernah mendapat prestasi apa pun, baik secara akademik mau pun akademik.
”Karena saya ingin memberikan yang terbaik pada SD saya tersebut, setiap jam sekolah selesai, siswa saya berikan pelajaran ektrakurikuler, pertama kali saya kenalkan bagaimana caranya berlomba, dan saya bangun mentalnya, saya motivasi untuk menjadi sang juara,” ungkapnya.
Selama 2 tahun dirinya membangun mental para siswa, untuk berani mengikuti lomba apa pun yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik), Kabupaten Pekalongan. Bahkan waktunya lebih banyak dihabiskan bersama siswanya di sekolah. Menurutnya, selama 2 tahun, dirinya mengadakan perubahan sikap dan mental terhadap siswa didiknya, ”Yang namanya mengikutkan siswa ke lomba, sulitnya minta ampun, sementara semua sarana serba terbatas, dan guru pun hanya 4 orang,” ujarnya. (thd/ric)