Pengurus Mengaku Tak Tahu Menahu

125

Soal Rencana Penjualan PPSM

MAGELANG– Sejumlah pengurus manajemen PPSM Sakti mengaku tidak pernah diajak berembug terkait rencana penjualan PPSM Sakti. Sehingga, hal itu dianggap keinginan segelintir orang.
Asisten Manajer PPSM, Evin Septa Haryanto Kamil mengaku tidak tahu rencana tersebut. Dia justru baru tahu setelah persoalan tersebut ramai di media massa. “Saya rasa, bukan keputusan bersama,” ungkap dia, kemarin.
Evin mengaku, dalam berbagai rapat koordinasi tidak pernah muncul rencana tersebut. Meski disadari keuangan klub dalam posisi kolaps. “Justru dalam rapat bagaimana mencari dana talangan atau utang. Bukan hendak menjual klub seperti yang sekarang beredar di masyarakat,” tuturnya.
Terhadap masalah tersebut, Evin mengaku telah berkonsultasi dengan Ketua Umum PPSM Sakti Magelang, H Fahriyanto. “Saya sudah konsultasi dengan ketua umum. Intinya, beliau tidak setuju PPSM dijual. Banyak pertimbangan yang melatarbelakanginya. Dari mulai sejarah, perjuangan hingga persoalan prosedur organisasi yang tidak mudah,” katanya.
Penyelesaian masalah keuangan adalah target utama manajemen untuk membenahi PPSM. Terutama untuk membayar gaji pemain. “Kita berusaha mencari dana, apapun caranya. Bisa saja utang atau apa. Yang jelas tidak menjual klub ke pihak lain,” tegasnya.
Ketua harian PPSM Sakti Magelang, Joko Prasetyo juga mengaku tidak tahu-menahu soal rencana tersebut. Karena pihak manajemen tidak pernah komunikasi dan melibatkan dirinya dalam masalah klub. Padahal, sejak ketua umum PPSM berhalangan karena suatu hal, dirinya telah ditunjuk menjadi ketua harian.
Seperti diketahui, pihak manajemen PPSM Sakti Magelang merencanakan menjual tim ke pihak lain. Mereka merasa tidak sanggup lagi untuk membiayai akomodasi dan gaji pemain lantaran minimnya pendapatan finansial dari sponsor, pengusaha maupun perhatian Pemkot Magelang. Krisis finansial ini dijadikan alasan untuk PPSM hengkang dari Magelang alias dijual ke daerah lain. (vie/lis)