BANDARHARJO — Puncak peringatan 150 tahun jalur kereta pertama di Indonesia ditandai dengan napak tilas jalur Semarang – Tanggung, Purwodadi. Napak tilas diikuti pegawai PT Kereta Api (KAI) Daop 4 Semarang dan para pencinta kereta api. Mereka juga disuguhi tarian tradisional di sepanjang perjalanan.
Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang Wawan Ariyanto mengatakan, napak tilas dilakukan untuk mengenang sejarah perkeretaapian. Jalur Semarang – Tanggung merupakan jalur kereta api pertama di Indonesia dan kedua di Asia. ”Untuk itulah kami merasa perlu untuk memperingatinya,” kata Wawan.
Jalur sepanjang 26 kilometer yang lebar sepur 1.435 mm itu mulai dibangun pada 17 Juni 1864. Pengelolanya adalah Nederland Indische Spoorweg Maatschappji (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda waktu itu. Tepat di usia ke-150 tahun, PT KAI menggelar napak tilas jalur ini.
Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto mengatakan sejarah KA di Indonesia dimulai dengan pembangunan jalan rel di Semarang. Ditandai dengan penyangkulan tanah pertama oleh Gubenur Jenderal Hindia Belanda, LAJ Baron Sloet Van De Beele pada 17 juni 1864.
Dalam kesempatan ini, Wawan kembali memaparkan rencana reaktivasi sejumlah jalur kereta api yang saat ini ditutup. Salah satunya jalur Kedungjati – Ambarawa. Jika jalur ini sudah berfungsi kembali, maka penumpang dari Semarang bisa langsung ke Ambarawa.
Hanya saja, rencana reaktivasi ini masih menyisakan masalah, yakni pembebasan lahan. Sebab, lahan di sepanjang jalur tersebut saat ini sudah dipenuhi permukiman penduduk. Setidaknya ada 622 keluarga yang menempati lahan yang harus dibebaskan. (hid/ton/ce1)