KARANGAYU – Makanan tak layak konsumsi baik dari sisi kemasan dan kualitas masih banyak ditemukan di sejumlah pasar tradisional maupun modern jelang bulan Ramadan ini. Hal tersebut terkuak setelah tim gabungan yang terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdindag), Dinas Kesehatan, dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kota Semarang menggelar sidak makanan dan minuman, Rabu (18/6).
Dalam sidak kemarin, tim menemukan makanan kemasan yang sudah tidak layak konsumsi, kemasan tidak utuh, kedaluwarsa, bahkan ada yang bekas digigit tikus, masih tetap dijual pedagang. Mendapati kondisi tersebut, masyarakat diminta teliti dan mencermati sebelum membeli.
Pantauan dilakukan secara sampel antara lain di Pasar Johar, Pasar Karangayu, dan swalayan Carrefour serta Super Indo. Tim menemukan makanan sudah kedaluwarsa dan tanpa tanda daftar kedaluwarsa di sebuah toko roti grosir dan eceran di Pasar Johar. Di toko yang berada di lantai dua tersebut petugas juga menemukan makanan yang kemasannya sudah bolong karena bekas gigitan tikus.
Tak hanya di toko tersebut, di toko sebelahnya yang menjual kue dan cemilan petugas menemukan roti kemasan bekas kena gigitan tikus. Bahkan hampir semua makanan ringan yang dipajang dalam puluhan toples yang ada di toko juga tidak ada daftar kedaluwarsanya. Bekas gigitan hewan pengerat tikus ini diakui sendiri oleh pedagangnya saat petugas menanyakan sebab bolongnya kemasan tersebut.
”Itu digigit tikus jadinya plastiknya bolong Bu, di sini memang banyak tikusnya, tapi kita sebenarnya  sudah pasang lem dan menaruh makanan dalam toples tertutup,” kata Ismail, pemilik toko kue dan cemilan ketika dikonfirmasi petugas.
Ni’ah, 55, pemilik toko roti grosir dan eceran mengklaim makanan kedaluwarsa yang terpajang di tokonya tidak dijual. Alasannya, hanya untuk dipajang guna menarik konsumen mampir di toko kemudian menawarkan makanan yang lain. ”Roti (kedaluwarsa) itu tidak dijual, cuma buat dipajang. Yang setor (distributor) kalau nganter barang banyak, belum habis sudah disetori lagi,” dalihnya.
Semua makanan tidak layak konsumsi tersebut kemudian disita petugas dengan cara dibeli. Kemudian pedagangnya diberikan pembinaan dan peringatan langsung agar tidak menjual atau memajang dagangan tidak layak konsumsi. ”Tapi, soal tikus mau bagaimana menanganinya lagi,” cetus Ismail menggerutu.
Saat sidak di swalayan, petugas menemukan sejumlah jenis makanan yang kemasannya penyok, namun juga langsung disita dengan cara dibeli. Di Pasar Karangayu, petugas menemukan sejumlah makanan kemasan yang kedaluwarsa dan tanpa tanda daftar kedaluwarsa dijual.
Sementara untuk pantauan harga kebutuhan pokok, tercatat sejumlah kebutuhan pokok masyarakat harganya mulai naik. Seperti harga daging ayam sekarang menjadi Rp 30 ribu per kg dari sebelumnya Rp 25 ribu. Harga bawang merah juga naik dari Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 19 ribu per kg, bawang bombai naik dari Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 11 ribu per kg. Sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil, seperti beras C4 masih tetap Rp 8 ribu per kg dan gula pasir Rp 10 ribu per kg.
Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah, mengaku prihatin dengan barang-barang yang kedaluwarsa, belum tercantum tanggal kedaluwarsa, dan kemasan rusak terutama karena digigit tikus yang masih dijual. ”Ada pula beberapa makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Semua makanan itu kami amankan dengan cara dibeli,” katanya.
Pihaknya meminta konsumen bisa teliti dan mencermati barang-barang yang akan dibeli. Jangan sampai asal membeli kemudian mendapatkan barang yang tidak layak, sehingga dapat merugikan kesehatan.
”Sidak ini kami lakukan agar konsumen lebih teliti. Apalagi jelang bulan puasa, konsumsi masyarakat akan meningkat, sehingga harus ada jaminan yang dibelinya benar-benar aman. Jadilah konsumen cerdas,” pesannya.
Pedagang pun bisa diberi pembinaan dan pengawasan agar jangan menjual barang yang sudah tidak layak untuk dimakan. Pihaknya memberikan pembinaan langsung kepada penjual makanan tidak layak konsumsi. Namun jika tetap menjual barang yang tidak layak, maka akan dipanggil untuk diberi peringatan.
”Kami juga minta pedagang menempelkan masa kedaluwarsa dalam kemasan makanan atau minuman, sehingga pembeli bisa tahu makanan itu layak atau tidak, dan tentunya kalau tidak layak jangan dijual,” tegasnya.
Staf Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Lestari, mengatakan, makanan yang tidak layak konsumsi tersebut membahayakan bagi konsumen.  Jangan remehkan makanan yang sudah kedaluwarsa. Sebab, merupakan salah satu penyebab utama terjadinya keracunan. ”Sebagai konsumen kita harus selalu teliti sebelum membeli,” katanya.
Menurut dia, selain membuat konsumen pusing, mual, diare, sesak napas dan kematian akibat keracunan, mengonsumsi dalam waktu yang lama makanan yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan kanker.
”Sedangkan kalau makanan yang sudah terkena gigitan tikus juga berbahaya, sebab kan kita tahu tikus itu binatang yang bisa menyebabkan penyakit,” tandasnya. (zal/aro/ce1)