BEKERJA di lembaga kesehatan seperti Rumah Sakit, bagi Yuni Listya Dewi, AMK, kepala Sub Bidang Marketing RS Qolbu Insan Mulia (QIM), sebenarnya sama saja dengan bekerja di perusahaan pada umumnya. Tetap ada produk yang harus dijual. Dan bagian marketinglah yang bertugas menjualnya.
Kendati begitu, produk lembaga kesehatan, tetap beda dengan produk perusahaan lainnya. “Pengalaman menjadi marketing Rumah Sakit QIM sebenarnya lebih banyak sukanya. Karena sering bertemu banyak orang dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda,” ucap ibu dari Gendis Yudha Kaneishia ini.
Sedangkan dukanya, kata lulusan Poltekkes Depkes Semarang Program Studi (Prodi) Keperawatan ini, kalau sedang menawarkan produk rumah sakit ke suatu perusahaan atau perorangan. “Saya sering tidak diterima, bahkan terkadang dianggap aneh. Menurut mereka, saya dianggap mendoakan orang untuk sakit. Padahal tujuan saya bukan itu,” ucapnya sedih.
Akan tetapi, dengan berbagai pengalaman unik yang didapat, justru membuatnya lebih bersemangat dalam bekerja dan menawarkan. Bahkan sudah tidak kenal lelah menjelaskan berbagai macam produk dan keunggulan produk kesehatan yang dimiliki rumah sakitnya.
”Yang saya lakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya tindakan preventif kesehatan. Karena mencegah sakit lebih murah daripada mengobati saat sakit,” ingatnya. (han/ida)