Beredar Puluhan Makanan Kadaluarsa

164

KAJEN-Menjelang datangnya Ramadan, tim gabungan Pemkab Pekalongan mulai mengadakan inspeksi mendadak (Sidak) pengawasan barang beredar. Hasilnya, puluhan makanan kadaluarsa ditemukan dan disita.
Tim gabungan yang terdiri atas Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Satpol PP, sebelumnya melakukan pemeriksaan sejumlah makanan dan minuman di Pasar Bojong dan Wiradesa, hasilnya nihil. Namun saat tim masuk ke salah satu toko di Jalan Raya Gumawang dan Jalan Raya Kemplong Wiradesa, baru meneukan puluhan makanan kadaluarsa yang tetap dijual.
Bahkan ada makanan yang masa kadaluarsanya tertera tahun 2012, namun masih tetap dijual oleh pemiliknya. Tidak hanya itu, bumbu dapur dan bubur bayi, ada yang yang sudah kadaluarsa namun tetap dijual.
Yumarni, 22, penjaga toko di Jalan Raya Gumawang, Kecamatan Wiradesa, mengungkapkan, bahwa diriya tidak tahu kalau barang makanan yang dijual itu sudah kadaluarsa. Diakuinya, sejak ada beberapa super market baru, yang letaknya tidak jauh dari tokonya, dagangannya sepi. ”Pemilik toko ini jarang di tempat. Saya hanya disuruh jaga dan tidak tahu kalau makanannya banyak yang kadaluarsa,” ungkap Yumarni, Rabu (18/6) kemarin.
Hal serupa disampaikan oleh Parekha, 19, penjaga toko di Jalan Raya Wiradesa. Karena sepinya pembeli, sebagian besar barang dagangan berupa makanan, masih stok tahun lalu. ”Setiap hari, saya hanya membersihkan, namun tidak ngecek tanggal kadaluarsanya,” kata Parekha.
Sedangkan hasil temuan tim gabungan yang kadaluarsa, antara lain, kopi, roti, bahan es, saos, minuman, bubur bayi, dan puluhan makanan kemasan lainnya. “Semua makanan yang kadaluarsa kami sita, karena sangat membahayakan konsumen. Sedangkan pemilik toko, kami minta datang ke kantor guna dilakukan pembinaan,” jelas Kasi Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo.
Sementara itu, Staf Seksi Pengawasan Formalin, Dinkes Kabupaten Pekalongan, Christina Botta, menegaskan bahwa kalau makanan tidak disita, justru membahayakan konsumen yang mengkonsumsi, karena bisa menimbulkan penyakit. “Makanan yang sudah kadaluarsa dapat mengandung racun dan membahayakan tubuh. Karena itu, kami lakukan pemusnahan,” tegas Cristina. (thd/ida)