Berdesakan, Demi Pakaian Seceng

106

KENDAL—Pasar murah yang digelar di lapangan Desa Ngampel Kulon Kecamatan Ngampel, Rabu (18/06) siang berlangsung ricuh. Ratusan warga berdesak-desakan dan saling berebut pakain dan sembako, lantaran khawatir tidak kebagian.
Kondisi tersebut dipicu oleh keteledoran panitia dari PNPM Ngampel yang tidak menyediakan kartu girik. Padahal, ratusan warga yang tertarik dengan barang yang dijual dengan harga di bawah standard, sudah menunggu sejak pagi hari.
Tak sabar menunggu waktu dibuka oleh pihak PNPM, warga langsung merangsek dan menerobos masuk. Akibatnya, hampir semua warga, tua muda, kaya miskin nimbrung di pasar murah tersebut. Terjadi perebutan pakaian murah layak pakai seharga Rp 1.000. Warga yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak saling tarik menarik pakaian pantas pakai tersebut. Apalagi dijual pula seragam sekolah.
Petugas kemanan sempat kewalahan menghalau warga yang saling berdesak-desakan dan berebut. “Kalau tidak berebut tidak dapat mas, lumayan baju murah ini bisa dipakai saat Lebaran,” kata salah satu warga, Rapiah, 39.
Hal senada dikatakan, Sripah, 42 warga lainnya. Ia mengaku membeli seragam sekolah untuk anaknya. “Kalau beli baru, harganya mahal. Mumpung ada pasar murah, saya belikan pakaian sekolah untuk anak-anak saya. Desak-desakan ya nggak masalah,” ujarnya.
Demikian halnya dengan sembako yang dijual di pasar murah ini, lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, mi instan dijual dengan harga Rp 20 ribu. Warga antusias berbelanja sembako murah untuk kebutuhan saat Ramadan. (bud/ida)