Angkut Kayu Jati Curian, Ditangkap

135

BATANG – Sutrisno Bin Sulaiman, 40, warga Desa Pekuncen RT 02 RW 04 Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Selasa (17/6) siang ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Batang. Pasalnya pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut membawa 3 glondong kayu jati ukuran besar tanpa disertai izin sah dan surat kepemilikan.
Berawal dari adanya informasi dari masyarakat, bahwa di hutan jati Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, sering terjadi penebangan hutan jati yang dilakukan oleh warga. Penebangan dilaporkan dilakukan menjelang malam hari, bukan pagi atau siang hari layaknya penebang pohon pekerja Perhutani.
Karena curiga, akhirnya warga melapor ke Polres Batang, Setelah dilakukan pemantauan lebih dari satu minggu, akhirnya petugas curiga dengan salah satu truk yang melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari hutan jati Desa Gondang.
Truk warna kuning dengan nomor polisi H-1354-MD itu dihentikan di Desa Kalibelik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pengemudi truk dengan warga.
Sutrisno, sopir truk yang membawa 3 buah kayu jati gelondongan ukuran besar ketika diperiksa di Mapolres Batang mengungkapkan, bahwa dirinya diperintah oleh MJ, 42, warga Desa Ngampel, Kecamatan Kendal yang menjadi pemilik kayu tersebut. Menurutnya, MJ menyuruh membawa kayu tersebut ke rumahnya dan akan dijual kepada orang lain yang siap akan membeli dengan harga tinggi. ”MJ nya sekarang sudah kabur, ketika tahu saya ditangkap polisi,” ungkap Sutrisno.
Sutrino juga mengatakan, sebelumnya MJ telah menjanjikan upah yang besar, yakni Rp 2 juta, jika dapat membawa kayu jati tersebut dan mengantarnya ke rumah. Padahal upah yang biasa diterima, hanya Rp 500 ribu untuk membawa kayu dengan ukuran yang sama. Menurutnya, MJ juga tidak mengatakan bahwa kayu tersebut, adalah kayu curian.”MJ bilangnya kayu jati beli dari orang, dan saya suruh ambil di hutan milik Perhutani tersebut,” katanya.
Sementara itu AKP Makhsus menjelaskan, bahwa kayu jati sebanyak 3 buah dengan ukuran besar diambil oleh tersangka dari hutan jati di Desa Gondang, Kecamatan Subah. Menurutnya, kayu jati tersebut tidak disertai dengan surat izin penebangan dan surat izin kepemilikan yang sah.”Tepatnya kayu jati tersebut diambil, di petak 52e wilayah hutan jati, Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang,” jelas AKP Makhsus.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa tiga batang kayu jati dengan ukuran, 410 x 55 x 50 cm, 410 x 52 cm dan kayu jati ukuran 410 x 37 cm, serta truk dengan nopol H-1354-MD, warna kuning. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 83 ayat 1 huruf b UU No.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Pasal 50 ayat 3 huruf h jo Pasal 78 ayat 7 UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. (thd/ric)