MAGELANG-Tak kurang dari 250 pebulutangkis, bakal tampil meramaikan kejuaraan Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten/Kota Se-eks Karesidenan Kedu 2014, yang digelar mulai hari ini di GOR Samapta, Sanden Kota Magelang. Para peserta tersebut berasal dari 6 kabupaten/kota yang ada di wilayah eks Karesidenan Kedu. Meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupetan Wonosobo, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen.
Jumlah pemain tersebut, diakui panitia pertandingan Kukuh Santoso, kurang dari yang diharapkan. Sebelumnya, pengurus tingkat cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Magelang sebagai tuan rumah, menargetkan dapat menjaring hingga minimal 400 peserta. Namun karena banyaknya pebulutangkis yang saat ini banyak keluar kota karena bertanding dan bergabung dengan klub lain, target tersebut akhirnya belum mampu terpenuhi.
“Sebenarnya bukan minim peserta, karena penyelenggaraan tahun sebelumnya juga berkisar 250 pemain. Hanya memang tiap kali multicabang diselenggarakan, kita menginginkan jumlahnya terus meningkat. Tahun ini menurut kami jumlah 250 pemain ini sudah bagus. Selain banyak pemain keluar daerah, di beberapa kota atau kabupaten di Kedu juga menggelar kejuaraan tingkat cabang yang waktunya sangat berdekatan dengan pelaksanaan multi cabang ini,” papar Kukuh, kemarin disela technical meeting peserta di GOR Samapta.
Kukuh yang kini ditunjuk sebagai ketua sementara PBSI Kota Magelang karena ketua sebelumnya yakni Soekarsono meninggal dunia, optimistis kejuaraan berlangsung menarik dan semarak. Pasalnya, pebulutangkis yang ikut merupakan para pemain juara di daerah masing-masing. Bahkan mereka juga menjadi andalan klub pada saat mengikuti kejuaraan diluar daerahnya. “Seluruh pemain yang tampil atas nama klub. Baik kelompok umur ataupun dewasa. Jadi persaingan tentunya lebih seru,”.
Mengenai pembagian pertandingan, menurut Kukuh terbagi atas kategori kelompok umur (KU) dan dewasa (umum). Adapun kelompok umur meliputi tunggal usia dini putra/putri, tunggal anak-anak putra/putri, tunggal pemula putra/putri, tunggal remaja putra, ganda anak-anak putra/putri, ganda pemula putra dan ganda remaja putra. Sedangkan kelompok dewasa, membuka kelompok tunggal dewasa putra dan ganda dewasa putra. (fiq/lis)