TEMANGGUNG—Langkah regrouping sejumlah TPS yang dilakukan KPU Temanggung sehingga mengurangi kuantitas TPS diharapkan tidak menjadi penyebab turunnya partisipasi pemilih dalam Pilpres 9 Juli mendatang. KPU khawatir pengurangan TPS yang dilakukan dapat berdampak pada menurunnya angka pemilih.
Ketua KPU Temanggung, Sujatmiko, mengatakan, pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 jumlah TPS di Temanggung berkurang 80 buah dari jumlah TPS pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014. Yakni dari 1.881 TPS menjadi 1.801 TPS. “Meskipun ada regruping TPS, kami berharap partisipasi pemilih di Temanggung tetap tinggi,” katanya.
Seperti diketahui, partisipasi pemilih di Kabupaten Temanggung pada Pileg 9 April 2014 mencapai 85,06 persen. Angka partisipasi pemilih tersebut tertinggi di Jawa Tengah. Regruping TPS tersebut dilakukan karena jumlah pemilih di setiap TPS pada pileg dengan pilpres berbeda, saat pileg setiap TPS maksimum melayani 500 pemilih, sedangkan pada pilpres mendatang setiap TPS maksimum melayani 800 pemilih.
“Penambahan jumlah layanan di setiap TPS tersebut otomatis ada pengurangan TPS. Namun, dalam regrouping TPS kami tetap memperhatikan kondisi geografis, apalagi Temanggung merupakan daerah pegunungan,” katanya.
Komisioner KPU Kabupaten Temanggung, Agus Istanto, mengatakan, dari 20 kecamatan di Temanggung, ada empat kecamatan yang tidak ada regrouping TPS yakni, di Kecamatan Jumo, Bansari, Selopampang, dan Tembarak.
Ia menuturkan, pengurangan terbanyak di Kecamatan Pringsurat semula jumlah 126 TPS menjadi 110 TPS atau berkurang 16 TPS, kemudian Kecamatan Bulu dari 106 TPS menjadi 95 TPS atau berkurang 11 TPS, sedangkan kecamatan lainnya berkurang antara dua hingga delapan TPS.
Ia mengatakan, DPT Pilpres 2014 di Temanggung sebanyak 579.458 pemilih terdiri atas 289.537 laki-laki dan 289.921 perempuan. Mereka terdaftar di 1.801 tempat pemungutan suara yang tersebar di 289 desa dan kelurahan di Kabupaten Temanggung. (zah/lis)