60 Tahun Phapros Menjaga Kualitas Obat

173

DALAM rangka hari jadi PT Phapros Tbk ke-60 tahun, digelar event Phapros Healthy Education Student 2014 (Study Visit and Journalist Competition). Kegiatan ini diikuti 54 siswa SMA/MA/SMK se-eks Karesidenan Semarang. Mulai edisi Selasa (17/6) hingga Kamis (19/6) besok, Radar Semarang akan memuat Juara I hingga III lomba ini.

Oleh :
JUARA II
Dyah Makutaning Dewi
SMA Negeri 3 Semarang

SISWA-siswi yang berasal dari 19 SMA/SMK/MA di Semarang dan Ungaran pada Rabu (28/5), mengikuti ”Study Visit and Journalist Competition” yang diselenggarakan oleh PT Phapros Tbk dan Jawa Pos Radar Semarang. Kegiatan ini merupakan salah satu serangkaian acara perayaan ulang tahun PT Phapros ke-60.
Langkah awal dalam mengikuti kompetisi ini, para siswa mengunjungi pabrik PT Phapros di Jalan Simongan Raya, Semarang yang bertujuan menggali informasi tentang Phapros dan sebagai bahan penulisan karya jurnalistik.
Direktur Produksi PT Phapros, Dra Barokah Sri Utama, menuturkan, kegiatan ini bertujuan juga untuk mewariskan penulisan penggunaan Bahasa Indonesia yang benar. ”Tujuan dari kegiatan ini adalah mengekspresikan kesan dan pesan dalam dunia menulis,” ucap Barokah Sri Utama.
Di dalam presentasi company profil PT Phapros, perusahaan tersebut telah mengeluarkan empat jenis obat yang meliputi jenis obat OTC, Ethical, Generic, dan Agromed. Produk obat berasal dari bahan alami dan dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membuat Phapros memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun 1990. Sertifikat lain yang sudah diperoleh meliputi ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
Menurut Direktur Utama PT Phapros Iswanto, perusahaannya ingin memberikan produk obat terbaik untuk masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya hubungan kedekatan perusahaan dengan konsumen sehingga dengan cepat memberikan respons terhadap kebutuhan pelanggan dan perusahaan juga bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di daerah terpencil dalam pendistribusian obat.
Setelah kegiatan presentasi, para siswa diajak keliling untuk mengetahui kondisi pabrik PT Phapros dengan didampingi Assistant Manager Produksi, Indiana Novita; Assistant Manager Utility, Muhammad Ali; Assistant Manager Enterprise Risk Management (ERM) Riza Effendi; Assistant Manager Engineering Sardjana; Environement Health and Safety (EHS) Officer, Adi Sutejo, serta para guru pendamping. Tempat tujuan pertama yaitu ruang produksi. Bangunan berlantai 3 yang diresmikan pada 11 Oktober 1994, memiliki beberapa ruangan meliputi: Proses Injeksi, filling, percetakan obat, hingga pengemasan.
Indiana Novita mengatakan, di ruang produksi para pekerja diwajibkan menggunakan pakaian khusus tidak berserat. ”Di dalam ruang produksi semuanya harus steril hal ini untuk mencegah mikroorganisme masuk ke dalam obat.”
Menurutnya, PT Phapros telah melakukan berbagai macam cara untuk menghasilkan produk obat yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari proses pembuatan obat yang memperhatikan kesterilan ruangan, suhu, maupun cahaya. Serta memperhatikan ruangan yang memiliki sudut kelengkungan sebagai upaya mencegah kotoran masuk dan didukung juga adanya inovasi mesin-mesin terbaru agar proses produksi obat berlangsung cepat. (*)