Kodam IV Resmikan Radio dan TV


BANYUMANIK — Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) berjanji akan selalu bersikap transparan. Jika ada kasus yang membelit oknum prajurit, maka TNI AD tidak akan menutup-tutupi. Sikap transparan ini menjadi salah satu nilai penting agar media mau memberitakan kegiatan TNI AD secara berimbang.
”Karena dari 350 ribu personel, (jika) ada yang tidak baik satu (atau) dua orang, maka perlu dilakukan penindakan,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman saat meresmikan Radio Suara Diponegoro dan Diponegoro TV, Senin (16/6). Dua lembaga penyiaran ini dikelola oleh Kodam IV/Diponegoro dan kantor redaksinya yang berada di Kompleks Makodam.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengatakan pendirian Radio Suara Diponegoro dan Diponegoro TV merupakan salah satu bentuk transparansi dan bisa semakin mendekatkan TNI dengan masyarakat. Harapannya, seluruh kegiatan Kodam IV bisa disampaikan ke masyarakat.
Radio dan TV Kodam ini bekerja sama dengan lembaga penyiaran yang telah ada untuk mendapatkan suplai materi siaran. Manajemen Radio Suara Diponegoro bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia sementara Diponegoro TV menggandeng televisi swasta lokal di Semarang. Khusus untuk siaran radio, didengarkan secara ”streaming” di laman resmi Kodam IV/ Diponegoro.
“Meskipun kami baru, tetapi telah menggandeng radio maupun TV swasta. Sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan,” katanya.
Budiman menjelaskan, Kodam IV tercatat sebagai instansi teritorial yang paling banyak diberitakan media dibanding Kodam-Kodam lainnya. Sebagai perbandingan, pemberitaan tentang Kodam IV dalam setahun bisa mencapai ribuan sementara Kodam lain di kisaran 200-an berita.
“Karena Panglima Kodam IV itu sangat dekat dengan wartawan,“ kata Budiman yang pernah menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro pada Januari hingga Juni 2010. Usai meresmikan, Budiman dan Sunindyo langsung menjadi tamu siaran kedua lembaga penyiaran tersebut. (hid/ton/ce1)