Semarang Kekurangan Barista Andal

286

SEMARANG – Bisnis café serta resto dengan sajian utama kopi kian menjamur di Semarang. Sejumlah barista handal diperlukan guna mendukung perkembangannya.
Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jateng Moelyono Soesilo mengatakan, konsumsi kopi oleh masyarakat belakangan terus meningkat. Minum kopi sembari bercengkerama di café pun telah menjadi bagian dari gaya hidup. “Setahun terakhir ini Semarang lagi booming café. Bahkan bisa dibilang hampir tiap bulan pasti ada café baru yang buka,” ujarnya di sela Workshop Barista Coffee, beberapa waktu lalu.
Potensi ini tak diimbangi dengan jumlah barista. Berdasarkan data yang didapatnya dari komunitas barista, di Semarang total ada 80 barista, dengan jumlah yang aktif antara 30 – 40 orang. “Jadi wajar kalau kita dengar ada saling bajak barista. Karena memang kita kekurangan tenaga ahli. Nah, ini yang kita coba kejar dan penuhi,” jelas Moelyono.
Menurutnya, seorang barista yang profesional dituntut untuk bisa menciptakan sajian olahan kopi khas dari café maupun resto yang dipegangnya. “Kadang baru 3 atau 6 bulan belajar ngakunya ahli. Padahal sama seperti sekolah, menjadi barista yang handal juga ada tahapannya, tidak bisa instan. Dasar-dasarnya harus benar-benar dikuasai terlebih dahulu. Sehingga ia bisa lebih berkreasi,” ujarnya.
Chief Barista The Blue Lotus Coffe House Hardjono Tjandra menambahkan, dalam meracik kopi juga perlu diperhatikan selera penikmatnya. Kemudian padukan dengan seni untuk menjadikannya sajian yang menarik. “Selera memang nggak bisa dipukul rata. Tapi untuk konsumsi lokal, kebanyakan kurang menyukai kopi yang terlalu asam. Jadi antara robusta dan Arabica kita racik lagi sehingga rasanya dapat, wanginya pun tetap lekat,” imbuhnya.
Workshop yang kali pertama di gelar di Semarang ini diikuti oleh 120 peserta yang datang mulai dari Semarang, Bandung hingga Kalimantan. “Macam-macam pesertanya, baik yang masih awam hingga barista yang ingin menambah pengetahuan serta keahliannya,” tutup Moelyono. (dna/smu)