Ribuan Warga Belum Terima Raskin

99

PEKALONGAN-Dua minggu menjelang Ramadan, ribuan warga miskin di tujuh kelurahan di Kota Pekalogan, hingga Senin (16/6) siang kemarin, belum menerima jatah beras miskin (Raskin). Pasalnya, tujuh pemerintah kelurahan tersebut belum melunasi harga penjualan beras (HPB) raskin bulan Mei, meski warganya sudah membayar lunas.
Adalah Kelurahan Sokorejo, Pasirsari, Kandang Panjang, Panjang Wetan, Krapyak Lor, Dukuh, dan Kelurahan Krapyak Kidul, Kota Pekalongan. Karena itulah, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan belum mengeluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA) raskin kepada Bulog.
Padahal, kata Darijah, 43, warga Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, warga sangat berharap segera mendapatkan jatah raskin tersebut. Karena harga beras makin mahal, naik hingga Rp 8600/kg untuk beras IR 64.
“Kami juga sudah mambayar lunas raskin pada bulan Mei lalu, namun masih juga belum mendapatkan raskin. Kalau seperti ini, kasihan warga yang sudah membayar lebih awal. Padahal, harga beras sekarang semakin mahal,” keluh Darijah, Senin (16/6) siang kemarin.
Darijah pun mengungkapkan bahwa sebagian yang belum membayar raskin, justru warga yang mampu. Karena itu, Pemkot diminta tegas, bahwa raskin untuk warga miskin, bukan untuk dibagi rata. ”Raskin ini sebenarnya untuk siapa? Warga miskin atau dibagi rata dengan warga,” kata Darijah kesal.
Hal senada disampaikan Yulis, 36, warga Kelurahan Sokorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Menurutnya, tidak dibagikannya raskin sejak Mei lalu, menjadikan kehidupan warga miskin semakin berat. ”Sekarang biaya pendidikan sekolah mahal. SMP Negeri 1 Kota Pekalongan saja harus membayar Rp 900 ribu per siswa. Sedangkan raskin yang sudah dibayar, kini belum dibagikan. Jadi serba susah,” jengkel janda dua anak ini.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekda Kota Pekalongan, Setiyo Susilo membenarkan jika dari 47 kelurahan, ada 7 kelurahan yang belum menerima jatah raskin bulan Mei. Sedagkan 13 kelurahan sudah mendapat SPA bulan Mei. Menurutnya, 7 kelurahan tersebut, belum melunasi HPB raskin bulan Mei. ”Baru 27 kelurahan yang sudah melunasi HPB raskin bulan Mei dan siap menerima raskin bulan Juni,” jelas Susilo.
Susilo menegaskan, hingga saat ini sudah ada 8.261 rumah tangga sasaran (RTS) warga miskin yang sudah menerima raskin dari bulan Januari hingga Mei. Dan ada ribuan lagi RTS, yang belum menerima raskin bulan Mei yang tersebar pada 7 kelurahan di Kota Pekalongan. ”SPA sudah dikeluarkan pada 3 Juni lalu dan Bulog bisa segera mengalokasikan raskin bulan Juni,” tegas Susilo. (thd/ida)