PNS Dilatih Pantau Gangguan Kamtib

122

WONOSOBO – Jelang pemilihan presiden (pilpres), sedikitnya 50 PNS yang berdinas di kecamatan dan desa, dilatih deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tujuannya, mengantisipasi munculnya gangguan keamanan di masyarakat.
”Setelah pelatihan dasar, kami mengupayakan peningkatan kepekaan para PNS untuk mengantisipasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dalam bidang kamtibmas,” kata Kepala Kantor Kesbangpolinmas Hadi Susilo, kemarin (16/6), di Balai Latihan Kerja (BLK) Kertek Wonosobo.
Hadi menjelaskan, pelatihan bagi 50 PNS, merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang digelar pada 2013 lalu. Khusus di momen menjelang pilpres, PNS diminta lebih sering berinteraksi dengan lingkungan. Tujuannya, memperoleh informasi-informasi yang bersifat penting. Utamanya, yang disinyalir mengarah pada potensi gangguan terhadap berlangsungnya pelaksanaan pilpres.
”Para kasi trantib dan sekdes yang mengikuti pelatihan, kami harapkan mampu mengedepankan upaya cegah cepat dan lapor cepat kepada kepala desa maupun camat setempat,” katanya.
Hadi mengaku telah menggandeng para instruktur dari Kodim 0707 dan Polres Wonosobo, hingga Badan Intelijen Negara (BIN). ”Teknik dasar ini perlu diberikan kepada PNS yang bertugas di lapangan.”
Hadi berharap, setelah mengikuti pelatihan tingkat lanjut, mereka berupaya untuk lebih meningkatkan kecepatan dalam melaporkan kejadian-kejadian yang mengandung potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Kesbangpolinmas Eko Riyanto menjelaskan, para peserta akan diberikan beberapa jenis pelatihan.
Selain materi bersifat teori di dalam ruangan, para instruktur juga akan mengajak peserta untuk belajar di luar ruang untuk pengumpulan keterangan secara langsung. (ali/lis/ce1)