”Pendaftar seleksi terbuka calon Sekda Jateng ada yang dari Jakarta, dari dosen, dan berbagai unsur lain. Yang dari Jakarta ini pejabat Kemendagri.”

Sudharto P Hadi
Ketua Panitia Seleksi Calon Sekda Jateng

GUBERNURAN – Hingga kurang dari satu minggu menjelang batas akhir pendaftaran, sudah ada 17 orang yang mendaftar lelang jabatan Sekda Jateng definitif. Menariknya, semua pendaftar tersebut berasal dari eksternal pemprov. Belum ada satu pun pejabat internal yang mendaftar ke panitia seleksi. Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia Seleksi Calon Sekda Jateng Prof Sudharto P. Hadi.
”Sudah ada 17 orang yang mendaftar, tapi nama-namanya saya lupa,” ujar Rektor Undip itu.
Para pendaftar tersebut berasal dari Jakarta, Semarang, dan beberapa daerah lain. Sudharto hanya menyebut ada pejabat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ikut mendaftar. ”Pendaftar seleksi terbuka calon Sekda Jateng ada yang dari Jakarta, dari dosen, dan berbagai unsur lain. Yang dari Jakarta ini pejabat Kemendagri,” ujarnya.
Dari nama-nama pendaftar yang masuk ke sekretariat Pansel di Wisma Perdamaian, Semarang, dia melihat belum ada pejabat internal pemprov yang mendaftar. Dia memperkirakan para pendaftar dari internal pemprov akan mendaftar di saat-saat terakhir. Indikasi tersebut terlihat dari beberapa pejabat internal yang sudah sounding ingin mengikuti lelang.
”Kan masih ada waktu, bisa saja mendaftar di hari-hari terakhir. Ada beberapa dari internal yang menyatakan berminat, namun saat ini belum mendaftar,” ujarnya. Batas waktu pendaftaran lelang jabatan Sekda Jateng ini adalah Selasa (24/6) pukul 16.00.
Lebih lanjut dia memastikan dalam seleksi terbuka ini, pansel tidak akan bisa dipengaruhi lobi dari berbagai pihak seperti kalangan dewan, pejabat, maupun pengusaha. ”Kalau melobi untuk apa? Kan parameter dan kriterianya sudah jelas. Kita independen dan hanya melaksanakan tugas dari gubernur,” tandasnya.
Pansel calon Sekda Jateng sendiri diketuai Prof Sudharto P. Hadi (Rektor Undip), dan beranggotakan Prof Agus Dwiyanto (Kepala LAN), Ali Mufiz (mantan Gubernur Jateng), Prof Budi Widjanarko (Rektor Unika), Prof Pratikno (Rektor UGM), Sonya Hellen Sinombor (wartawan Kompas), serta Prof Dr Sri Adiningsih (guru besar Ekonomi UGM).
Pansel yang terbentuk bertugas merumuskan identifikasi jabatan, persyaratan jabatan, ruang lingkup dan tahapan seleksi. Juga melaksanakan tahapan seleksi pengisian calon sekda secara terbuka dan kompetitif. Selain itu, proses tersebut juga akan melibatkan psikolog independen dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah punya 4 jago calon Sekda definitif. ”Saya ada jago. Empat orang sudah bicara dengan saya sejak awal. Mereka ada yang dari kabupaten/kota, dari Jakarta, dan orang dalam pemprov sendiri. Saya juga melihat di pemprov banyak yang berpotensi,” ujarnya tanpa menyebut nama.
Namun dia mengingatkan jika keempat orang tersebut ingin menjadi Sekda, mereka harus lolos dari seleksi tim independen dulu. Sebab, tim independen akan menjadi filter pertama sebelum 6 calon terbaik diajukan ke dirinya. Selanjutnya Ganjar akan mengusulkan 3 nama calon Sekda Jateng ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dipilih salah satu menjadi Sekda Jateng.
”Jago saya tetap harus lolos dulu dari lubang jarum tim independen. Yang jelas saya butuh orang yang berpengalaman, punya integritas tinggi, dan profesional,” ujarnya. (ric/aro/ce1)