TEMANGGUNG–Beredarnya isu di tengah masyarakat adanya seorang siswi SMP favorit tertangkap basah tengah mesum dengan seorang pria di hotel, membuat okupansi hotel menurun. Isu yang dikabarkan berasal dari hasil razia gabungan tersebut, juga berdampak pada turunnya minat menggunakan hotel melati bagi wisatawan.
Staf Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Agus, mengatakan, menyikapi isu tersebut, pihaknya prihatin. Ia berharap semua hotel menyeleksi calon pengguna jasa kamar.
“Mengerikan sekali. Ini yang dikhawatirkan, hotel menjadi lokasi maksiat, parahnya banyak usia pelajar yang menjadi pelaku di dalamnya.”
Menurut dia, saat ini pihaknya jarang dilibatkan dalam razia gabungan seperti yang telah berjalan. Padahal, peran Dinas Pariwisata sangat penting. Sebab, setiap bulan, pihaknya mempunyai laporan rutin terkait pengunjung hotel.
Saat ini jumlah hotel yang ada sebanyak 13 unit. Dari jumlah itu, 12 di antaranya non-bintang. Satu-satunya hotel berbintang adalah Hotel Indraloka.
Keberadaan hotel esek-esek semakin subur, dengan tidak aktifnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Temanggung sebagai organisasi yang memayungi operasional hotel-hotel di wilayah penghasil tembakau tersebut.
Ia mengatakan, problematika hotel yang kerap dijadikan lokasi esek-esek, menjadi tanggung jawab semua pihak terkait. Tak melulu menyalahkan pelaku yang tertangkap tangan saja. Tindakan tegas terhadap pemilik hotel juga sudah sepantasnya diberlakukan. (zah/isk)