Dijanjikan Dinikahi, Tertipu Rp 40 Juta

110

INI bisa menjadi pembelajaran berharga bagi para kaum hawa. Jangan mudah percaya jika Anda dijanjikan dinikahi oleh pria yang baru dikenal. Sebab jika mudah terbuai, Anda bisa bernasib sial seperti yang dialami Sujimah Harti, 47, warga Batursari, Demak.
Sujimah mengaku ditipu oleh pria kenalannya dengan dijanjikan akan dinikahi. Alih-alih dinikahi, korban justru kehilangan uang Rp 40 juta, 1 unit motor, serta perhiasan emas seberat 8 gram. Uang dan barang berharga itu dibawa kabur pelaku yang mengaku bernama Yuliadi, 43, warga Kampung Utan Bahagia, Jakarta Barat.
Penipuan ini baru diketahui pada April 2014 lalu. Sujimah mengaku, aksi penipuan bermula saat ia sudah lama kenal dengan terlapor. Setelah yakin, ia akhirnya janjian ketemuan di Mal Cipura Semarang pada awal 2014 lalu.
Ketika bertemu itulah, pelaku berjanji akan menikahi korban. Dengan berbagai bujuk rayu, akhirnya korban terperangkap ke dalam bualan pelaku. ”Saya dijanjikan akan dinikahi, omongannya sangat meyakinkan. Jadi, saya akhirnya percaya,” kata korban saat melapor di Polrestabes Semarang.
Ketika korban sudah terbuai, pelaku mulai melancarkan aksi kejahatan. Ia meminjam sejumlah uang dengan dalih untuk mengurus semua administrasi perkawinan. Pelaku mengatakan, kalau uang itu akan segera dikembalikan. Anehnya, korban percaya begitu saja dan menyerahkan berbagai barang miliknya. ”Ada 1 motor, perhiasan 8 gram, dan uang tunai Rp 40 juta yang dipinjam,” ujarnya.
Begitu barang diserahkan, korban menunggu kapan pelaku menikahinya. Sayang, hari berganti bulan tidak kunjung ada kejelasan, membuat korban panik. Ia berusaha menghubungi, namun nomor pelaku sudah tidak aktif. ”Saya baru sadar jika Yuliadi kabur dengan membawa barang saya. Padahal dia berjanji akan menikahi saya,” katanya kesal.
Berbagai usaha terus dilakukan untuk menelusuri keberadaan pelaku. Sayang, usahanya gagal. Merasa dirugikan, akhirnya korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Hingga kemarin, kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (fth/aro/ce1)