MAGELANG–Geliat pertumbuhan ekonomi di Kota Magelang, membuat bisnis transportasi umum berkembang. Salah satunya, dirasakan oleh PT Darma Nusa Abadi (DNA), selaku pengelola taksi DNA. Manajemen taksi ini mengklaim sudah memberikan pelayanan yang optimal.
“Persaingan semakin ketat, kalau tidak ada peningkatan dari segi pelayanan, bisa saja di pandang kurang menarik untuk masyarakat,” kata Manajer Operasional Taksi DNA, Muhammad Mucham, kemarin.
Ia mengatakan, saat ini DNA sudah punya tiga cabang di luar Kota Magelang. Yakni, di Temanggung, Wonosobo, dan Jepara. Jumlah armadanya, 100 unit dan 200 sopir. Khusus di Kota Magelang, sebagai kantor pusat, sudah ada 30 unit armada.
“Saya melihat pasar masih bagus, dan jasa taksi mulai banyak digunakan. Hal ini dibuktikan dengan melihat jumlah setoran dari para sopir yang tidak pernah kurang dari target. Kadang malah melebihi target. Karena itu, kami ingin menambah cabang lagi di kota lain.”
Meski baru beroperasi dua tahun, manajemen taksi DNA mengklaim sudah menunjukkan prestasi. Selain dari sisi pelayanan, sejumlah driver-nya juga berprestasi.
“Contohnya saja, tahun ini sopir kami meraih juara pertama kategori sopir teladan angkutan umum tingkat Kota Magelang atas nama Purwanto. Tahun lalu, kami juga juara satu tingkat Kota Magelang atas nama Anwar yang kemudian juga juara satu tingkat Jateng dan peringkat 8 tingkat nasional.”
Menurut Mucham, hal itu bukti bahwa proses rekrutmen sopir DNA, tidaklah main-main. “Sopir yang profesional itu sangat penting, supaya pengguna jasa DNA tidak merasa khawatir saat menggunakan jasa kami.”
Dengan keberhasilan itu, pihaknya menggelar tasyakuran. Sekaligus, gathering para sopir Taksi DNA dan angkutan umum se-Kota Magelang. Tempatnya, di sebuah rumah makan dan diikuti 98 sopir.
“Tujuan acara ini mempererat tali silaturahmi antara sopir dan perusahaan supaya tak terjadi gesekan yang hanya akan merugikan.” (mg4/isk)