BAWEN- Untuk menciptakan kemandirian pangan, Bank Indonesia (BI) membuat sejumlah klaster pertanian dan peternakan. Salah satunya membentuk dan mengembangkan klaster pertanian padi organik di Desa Asinan, Kecamatan Bawen. Harapannya, dengan pembentukan pengembangan klaster pertanian padi akan meningkatkan produktivitas pertanian.
Selasa (16/6) pagi kemarin, BI melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan klaster pertanian padi organik dengan Pemerintah Kabupaten Semarang. Termasuk menggandeng perusahaan pembuatan alat pertanian dan pihak perbankan.
“BI banyak memberikan bantuan, seperti diciptakan klaster-klaster pertanian dan peternakan. Sekarang ada 32 kantor BI di Indonesia yang sudah membuat klaster-klaster tersebut. Saat ini kebutuhan hasil pertanian dan peternakan meningkat. Tetapi kita masih impor, padahal Indonesia negara peternakan dan pertanian. Maka dengan banyak klaster diharapkan bisa mengurangi impor, jadi ini yang ingin kita sumbangkan untuk meningkatkan hasil pertanian dan peternakan,” tutur Perry Warjiyo.
Perry mengatakan, BI lebih fokus meningkatkan klaster ketahanan pangan, yakni di bidang peternakan dan pertanian. Klaster sapi sudah banyak berada di Jawa Tengah, saat ini mulai mengembangkan klaster pertanian padi organik.
“Saya bangga karena yang kita tandatangani hari ini (kemarin) adalah salah satu klaster beras yang menjadi percontohan. Konsep yang diterapkan yakni akademik, bisnis dan goverment. Keunggulan lainnya adalah ekosistem terjaga dan petani juga bisa meningkatkan pendapatan. Dengan adanya klaster nantinya perbankan akan berebut menawari pinjaman. Kalau sebelunya perbankan itu selalu di belakang, maka kita yang mengawali,” katanya.
Bupati Semarang Mundjirin berpesan agar masing-masing kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan untuk memanfaatkanya dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan produksinya. Pemerintah tetap akan berupaya untuk mengembangkan dengan membuka pasar selebar-lebarnya.
“Semua ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kita sudah bangun lumbung padi, tetapi kalau produktivitas padinya jelek dan berkurang, percuma dibangun lumbung. Selain itu penggunaan pupuk organik akan membantu lingkungan hidup. Sebab, pupuk non organik yang dipakai justru akan mengalir ke Rawa Pening yang menumbuhkan enceng gondok,” jelasnya. (tyo/aro)