MUGASSARI – Rasa pegal dan nyeri otot usai berolahraga yang tak kunjung hilang perlu diwaspadai. Bisa jadi bukan karena efek normal usai olahraga tapi cedera. Sebelum melakukan penanganan harus dikenali dulu penyebabnya. Karena, penanganan yang salah dapat memperparah keadaan.
Hal tersebut diungkapkan dr Indra Widya Nugraha dalam talk show kesehatan bertajuk Aktivitas Seimbang Ciptakan Hidup Berkualitas, yang diselenggarakan PT Phapros di lobi DPRD Jateng, Minggu (15/6) pagi. Menurut dokter yang berpraktik di Klinik Phapros itu, masalah muskuloskeletal  atau nyeri tulang dan otot saat berolahraga cukup banyak muncul. Mulai dari yang sekadar pegal-pegal (Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS), kram otot, sampai cedera robeknya otot/ligamen.
Untuk mengantisipasi masalah yang muncul saat maupun pasca berolahraga, Indra menyarankan beberapa hal. Di antaranya, selalu lakukan pemanasan sebelum memulai latihan, namun jangan melakukan gerakan atau aktivitas yang melampaui batas kemampuan otot dan sendi. ”Lakukan bertahap, jika memang ingin meningkatkan kuantitas kebiasaan olahraga (lama dan intensitas sering), mintalah bantuan ahli atau pelatih,” ujarnya.
Namun, lanjut dia, harus dipastikan juga bahwa setelah berolahraga, yang dirasakan adalah DOMS atau nyeri otot bukan luka lainnya. Cara terbaik untuk mencari tahu hal tersebut adalah nyeri otot ini bersifat bilateral. ”Misalnya jika merasakan nyeri yang berlebih di pundak satunya padahal saat olahraga melakukan untuk kedua belah pundak, maka kemungkinan besar itu bukan DOMS melainkan luka persendian atau sejenisnya,” jelasnya.
Biasanya, lanjut Indra, nyeri akan hilang dengan sendirinya setelah 5-7 hari. Derajat dan lamanya pegal atau nyeri yang terjadi berhubungan dengan derajat aktivitas yang dilakukan dan juga fungsi metabolisme tubuh.
Ketika mengalami cedera seperti terkilir atau pegal, kebiasan masyarakat adalah memberi balsem atau yang hangat-hangat. Menurut Indra, cara tersebut justru membahayakan dan dapat memperparah cedera, karena otot semakin bengkak. ”Lebih baik diberi es, didinginkan. Jangan justru dikasih balsem atau yang hangat-hangat. Tapi kalau pegal karena olahraga bukan karena cedera, baru boleh dikasih yang hangat-hangat, itu membantu memperlancar peredaran darah,” katanya.
Sementara itu, Product Manager PT Phapros Yudi Dwi Harjo menyatakan, salah satu penyebab kram dan nyeri otot seperti yang diulas Indra, adalah tubuh kekurangan vitamin B kompleks. PT Phapros yang bergerak di bidang farmasi selama 60 tahun pun mulai mengeluarkan produk barunya, yakni Bioneuron yang kaya akan vitamin B. Produk tersebut diklaim sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12 yang berguna untuk mengatur metabolisme dalam saraf, khususnya saraf tepi, agar kinerja tubuh tetap maksimal. (zal/ton/ce1)