Truk dan Motor Terbalik, 6 Tewas

1988

4 Seniman Topeng Ireng Jadi Korban

MUNGKID—Kecelakaan maut di dua tempat terpisah, kemarin, menewaskan enam orang sekaligus. Kecelakaan pertama terjadi di Kabupaten Magelang yang menewaskan 4 orang, pada Minggu malam (15/6). Korbannya, anggota kelompok kesenian topeng ireng. Kecelakaan berikutnya, terjadi di Wonosobo, menewaskan dua orang, kemarin (16/6) sore, di Jalan Wonosobo- Banyumas. Tepatnya, di Kelurahan Kalierang.

Kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Magelang, lantaran truk pengangkut rombongan kesenian, kemarin malam, terbalik di jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Ngablak dan Grabag. Empat orang penumpang tewas. Satu kritis, dan belasan korban lainnya, mengalami luka ringan dan berat.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu menyebut, kecelakaan terjadi di jalur turunan curam di Desa Mangli, Kecamatan Ngablak. Diduga, rem truk bernopol polisi B 9019 WQA itu terkunci, hingga mengakibatkan kendaraan besar itu terbalik.

Padahal, di dalam bak truk, ada 32 penumpang yang merupakan kelompok seniman Kridoyuwono dan warga asal Dusun Mantran Kulon, Desa Girirejo Kecamatan Ngablak. Sehingga banyak korban tertindih badan truk.
Korban tewas adalah Rozaq, 13; Muhdzakir, 60; Giyono, 50; dan Wahono, 35. Sedangkan korban kritis tercatat atas nama Suyatno, 70. Semuanya warga Dusun Mantran Kulon. ”Bapak Yatno (Suyatno) kritis dan dirawat di RSI Solo,” kata Daroni, 46, warga setempat.
Semua korban meninggal mengalami luka cukup parah di sekujur tubuh. ”Mereka tergencet badan truk,” ucapnya. Hingga kemarin, masih ada 15 orang dirawat di Puskesmas Grabag, Klinik Gumuk Walik Grabag, RSUD Salatiga, dan RSI Surakarta. ”Sudah dimakamkan semuanya.”
Diperoleh informasi, awalnya kelompok seniman Kridoyuwono mendapat undangan untuk manggung di Karangwuni, Kecamatan Grabag. ”Kita diundang main malam hari. Jadi, habis magrib kita mulai berangkat,” tutur Darani.

Semua pemain kesenian jenis topeng ireng itu berangkat menggunakan truk yang dikemudikan Mohammad Sodiq. Karena mayoritas pemain kesenian adalah remaja, sejumlah orang tua dan warga ikut mendampingi. Di dalam truk, juga ada alat-alat kesenian. Seperti gamelan, gong, dan jidor.

Sekitar pukul 19.30, kecelakaan itu terjadi. Rem truk, tiba-tiba terkunci sehingga terbalik hingga dua kali. ”Banyak yang teriak minta tolong,” kata Rohmadi, saksi mata lainnya.
Beberapa penumpang, katanya, bisa melompat dari bak truk. Namun, ada juga yang ikut terjatuh dan tergencet. ”Ada yang meninggal di lokasi.”
Evakuasi korban berlangsung dramatis. Kata Rohmadi, banyak darah berceceran dan bau amis. ”Polisi juga datang ke lokasi,” ucapnya. Sejumlah korban selamat, dilarikan ke rumah sakit. ”Ada yang dibawa ke Grabag, ada juga yang dibawa ke Salatiga,” jelas Sakiran, warga lain. Proses evakuasi berlangsung lebih dari 2 jam. Truk diamankan ke Mapolres.

Kasubag Humas Polres Magelang AKP Parmanta Puji Yuwana mewakili Kapolres AKBP Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya sudah menggelar olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi sudah diperiksa, termasuk sopir. ”Sudah kita periksa, tapi belum ada tersangka,” katanya.
Parmanta mengatakan, polisi belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tersebut. ”Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kita tidak ingin berspekulasi.”
Muhammad Sodiq, sopir truk mengaku kecelakaan terjadi, sesaat setelah dia melihat ada sepeda motor yang mendahului dari sisi kiri. ”Saya kaget, lalu banting kemudi, tapi malah oleng,” kata dia.

Beruntung, dia tidak mengalami luka berat. Hanya lecet di beberapa bagian tubuh. Dia mengaku sebelumnya truk tersebut tidak pernah bermasalah, khususnya pada rem. Apalagi truk masih tergolong baru. (vie/lis/ce1)