Rampas Handphone, ABG Terancam 9 Tahun

146

BARUSARI–Rm, alias Rambo, warga Pedurungan ini terpaksa berurusan dengan Satreskrim Polrestabes Semarang. ABG berusia 15 tahun ini ditangkap karena melakukan perampasan handphone di kawasan Taman KB Jalan Menteri Supeno, Semarang. Ia pun kini meringkuk di penjara dan terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan, pelaku Rambo merampas handphone milik Guntur Laksana, 16, warga Jalan Mayangsari, Kalipancur, Ngaliyan. Saat itu, korban sedang asik duduk di kawasan Taman KB sendirian, pada awal Mei.
Saat bersamaan, pelaku melintas di depan korban. Mendapati korban sendirian, akhirnya niat jahat pelaku langsung muncul. “Pelaku langsung mendekat dan mengancam korban,” katanya.
Merasa nyawanya dalam bahaya, korban tidak bisa berkutik atau melawan. Dengan terpaksa ia menyerahkan handphone yang sedang dipakainya. Yakni berupa blackberry type curver 9300. “Usai mendapatkan barang, pelaku langsung kabur. Pelaku ini masih anak kecil,” tambahnya.
Tersangka Rm, mengaku aksi nekatnya dilakukan secara spontan. Saat itu, ia tertarik ketika melihat korban bermain handphone sendirian di tengah kegelapan malam. Ia nekat, karena ingin memiliki handphone tapi tidak punya uang untuk membelinya. “Saya dekati kemudian saya ancam. Korban takut dan menyerahkan handphonenya,” aku Rm.
Usai mendapatkan barang, ia lantas pulang ke rumah. Sedangkan handphone rampasan digunakan untuk keperluan sendiri. Setelah berjalan nyaris sebulan ia berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang dipimpin AKP Kadem Adi di depan swalayan ADA Jalan Mahajapahit Semarang, Selasa 10 Juni lalu. “Saya ditangkap di Indomaret saat sedang jajan. Handphone masih saya gunakan,” tambahnya.
Untuk proses lebih lanjut, tersangka Rm tetap diproses sesuai hukum yang berjalan. Ia dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. “Tapi mengingat usianya masih ABG, tersangka diproses dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tambah Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardiantos. (fth/ida)