Pemkot Angkat Wisata Sejarah

141


MANYARAN- Komunitas Sejarah Lopen Semarang bekerja sama dengan HMJ Ilmu Komunikasi Undip menggelar Konferensi Komunitas Sejarah Nasional (KKSN) yang dihadiri oleh komunitas sejarah dari berbagai kota di Indonesia, Sabtu (14/6). Para komunitas itu fokus pada bidang pelestarian sumber daya dan sejarah.
Setelah mengadakan workshop di Gedung Subokartti Semarang dengan tema sistem advokasi bangunan cagar budaya, rombongan lantas bertandang ke rumah dinas Wali Kota Semarang di Manyaran. Sampai di sana, puluhan pencinta sejarah tersebut disambut oleh Wali Kota Semarang Hendar Prihadi dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri.
Panitia acara, Dinda Dwimanda Wahyuningtias mengatakan, Kota Semarang memiliki potensi lebih dalam bidang sejarah. Ia mencontohkan kawasan Kota Lama yang harusnya bisa diangkat menjadi objek wisata sejarah.
“Dalam workshop, kita membahas berbagai langkah untuk menyelamatkan bangunan bersejarah. Pertama, pemkot melakukan pelaporan ke tim cagar budaya, yang selanjutnya akan diteliti apakah bangunan itu bener-benar memiliki sejarah,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah perlu melakukan perawatan agar bangunan bersejarah tetap utuh dan tidak rusak. “Biasanya, bangunan yang usang akan dirobohkan oleh pemiliknya, jadi pemerintah harus memberikan edukasi agar bangunan bersejarah milik warga bisa dilindungi,” paparnya.
Wali Kota Semarang Hendar Prihadi sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan KKSN. Ia juga berkomitmen untuk fokus mengangkat wisata yang di Kota Semarang, termasuk wisata sejarah. “Kita juga akan melakukan berbagai kegiatan promosi tempat wisata baru seperti Banjir Kanal Barat, beberapa agenda sudah kami buat agar menjadi daya tarik,” katanya.


Untuk pemugaran dan pembangunan gedung bersejarah, kata dia, tidak bisa dilakukan karena terganjal Perda. ” Kita tidak bisa memugar sembarangan, yang jelas pasti kita rawat,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku telah memerintahkan dinas terkait untuk mengangkat wisata sejarah sekaligus wisata alam nglintir kali di Kandri sebagai wisata unggulan. (den/aro)