TENGARAN-Sejumlah kiai kampung dan kiai musala serta masyarakat di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang menyatakan siap mendukung calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Bahkan para kiai menyebut, cara Jokowi-JK dalam memimpin mirip cara memimpin sahabat Nabi Muhammad, Umar Bin Khathab.
Dukungan tersebut disampaikan para kiai dalam kegiatan pengajian dan sunatan masal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tengaran. Kegiatan sunatan masal yang digagas anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Semarang, Asof tersebut diikuti belasan anak-anak dan dalam kegiatan tersebut juga dihadiri sekitar ratusan warga.
Asof, sebagai pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan sunatan masal sekaligus pengajian, sengaja dia laksanakan sebagai wujud untuk berbagi terhadap sesama. Kebetulan saat ini adalah momen pilpres, sehingga kegiatan disertai mengenalkan sosok Jokowi-JK kepada masyarakat.
“Sunatan masal ini adalah kegiatan pribadi saya, yakni wujud untuk berbagi terhadap sesama. Kebetulan bebarengan dengan momen Pilpres, jadi sekaligus mengenalkan Jokowi-JK terhadap masyarakat,” tutur Asof.
Menurut Asof di Tengaran dan sekitarnya hingga Boyolali adalah kantong PDIP dan PKB. Sehingga pihaknya bersama kiai musala dan kiai kampung mendukung Jokowi-JK menjadi presiden dan wakilnya. 
Selain kiai kampung, Asof membeberkan PKB juga bisa berjalan dengan NU dan badan otonom yang mempunyai massa hingga ke akar rumput.
“Saya yakin Jokowi-JK menang, itu kalau tidak ada tsunami. Tentu ada kekhawatiran tsunami yang selalu muncul saat Pilpres maupun pemilihan calon legislatif dan kepala daerah. Nah, kegiatan ini juga menjadi bagian antisipasi. Jadi kami melakukan pendekatan dengan masyarakat. Kebetulan di sini banyak yatim dan orang yang kurang mampu sehingga saya buat acara sunatan massal,” ungkap Asof yang juga menjabat pengurus NU Tengaran.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kab. Semarang, Badarudin yang datang mewakili Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, mengatakan, kegiatan pendidikan politik sangat penting. Sehingga warga tidak sampai diracuni informasi yang menyesatkan seperti kampanye hitam yang kerap muncul.
“Tugas kita menampung aspirasi serta dapat memberikan pemahaman politik. Pendidikan politik sangat penting, agar tidak mudah dimasuki informasi menyesatkan seperti kampanye hitam,” terangnya.
Sementara itu KH. Ibnu Dazwan Ambara dalam pidatonya menyampaikan bahwa salah satu calon presiden yang cara meminpinnya mirip dengan Umar Bin Khotob adalah Jokowi. Sebab Jokowi mau mendengar suara rakyat dan turun langsung menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat. (tyo/ida)