SEMARANG – Empat karateka Jateng dipanggil PB FORKI untuk mengikuti Pelatnas untuk Liga Karate Dunia (WKF) Seri Premier League Tahun 2014 di Jakarta, 20-21 Juni mendatang. Keempat atlet tersebut adalah karateka Imam Tauhid Ragananda (kelas -60 kg), Anggoro Kriswanto (-67 kg), Roni Eko (-84 kg) dan Vina Nurjayanti (-68 kg putri).
Kabid Binpres FORKI Jateng Andriansyah menjelaskan, dasar pemanggilan mereka karena prestasinya di berbagai even internasional seperti Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang, Kejuaraan Dunia Premier League 2013 serta Kejurnas Piala Kasad dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Imam sendiri adalah peraih emas Kejuaraan Dunia 2013 dan perunggu di ISG.
”Sebagai pengurus FORKI, ada kebanggaan, atlet kita masih diperhitungkan untuk menjadi bagian tim nasional. Harapan kami, kualitas mereka makin meningkat,” kata Andriansyah saat dihubungi Minggu (15/6).
Terkait dengan status Imam Tauhid yang saat ini mengajukan mutasi ke Jabar, dia menyebut bahwa sebenarnya sikap FORKI Jateng tetap sama, menolak atletnya pindah ke provinsi lain. Sikap Jateng sendiri, kata dia, sempat ditunjukkan ketika FORKI Jabar mengklaim Imam sebagai atletnya dalam Kejurnas Piala Kasad di Makassar, April lalu. Saat itu, pihak Jabar telah menunjukkan bukti-bukti KTP, KK, kartu mahasiswa Univeristas Pasundan dan surat keterangan bahwa Imam sudah bekerja di Bandung.
”Namun ketika itu, kami menunjukkan surat pemanggilan Satlak Prima dan PB FORKI bahwa pemanggilan Pelatnas Asian Games Incheon untuk Imam masih atas nama Jateng. Akhirnya oleh panitia kejurnas, Imam tetap diizinkan tampil di Piala Kasad tapi atas nama perguruan,” kata Andriansyah.
Dijelaskan dia, jika nantinya dalam Sidang Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI), Imam dimenangkan oleh BAORI untuk mutasi ke Jabar, Jateng sudah menyiapkan atlet-atlet muda yang diproyeksikan ke PON XIX tahun 2016 di Jabar. Diantaranya tiga karateka yang saat ini dipanggil Pelatnas untuk Liga WKF tersebut. ”Kami sudah memiliki amunisi baru untuk kepentingan PON 2016. Sejauh ini mereka terus kami gembleng. Meskipun baru mendapatkan perak misalnya di Piala Kasad, bukan tak mungkin dua tahun ke depan mereka mampu menjadi terbaik di PON 2016,” pungkasnya. (bas/smu)