Buka Kelas Kompetitif dengan 6 Grade

136

SMP 1 Magelang, Raih Nilai Unas Tertinggi se-Jateng

SMP 1 Magelang, membuktikan diri sebagai salah satu sekolah terbaik di Jawa Tengah. Tahun ini, SMP 1 Magelang berhasil meraih nilai rata-rata unas tertinggi se-Jawa Tengah. Seperti apa?

PUPUT APRILIA, Magelang

SUASANA haru campur bangga, Sabtu (14/6) lalu, mewarnai pengumuman kelulusan SMP Negeri 1 Magelang. Bangga, karena sekolah itu menyabet predikat hasil nilai ujian nasional (unas) paling bergengsi. Untuk tingkat provinsi Jawa Tengah, SMP 1 Magelang, berhasil meraih nilai rata-rata unas tertinggi.
”Pihak sekolah sangat bersyukur, tahun ini kita semua bisa mempertahankan nilai rata-rata unas tertinggi untuk tingkat provinsi,” kata sang kepala sekolah (kasek), Kunandi, dalam sambutannya saat menyampaikan pengumuman.
Kunandi mengklaim, keberhasilannya berkat kerja sama pihak sekolah, komite, serta seluruh staf sekolah yang gigih membangun komunikasi cukup baik. Juga giat menyusun strategi yang baik bagi para peserta didik. ”Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras pihak sekolah, komite dan seluruh staf yang bersama-sama menyusun strategi dengan menjalin komunikasi yang baik.”
Sebagai kasek, Kunandi puas dengan raihan hasil unas peserta didik. Tahun lalu, rata-rata unas mencapai 9,16. Kini, meningkat menjadi 9,25.  ”Kami pihak sekolah sangat bangga dengan kerja keras anak-anak dalam mengerjakan soal unas, sehingga prestasi rata-rata unas meningkat dibanding tahun lalu.”
Bagaimana dengan tahun depan? Pihaknya menargetkan rata-rata nilai unas 9,5. ”Ini sudah bagus, tapi target tahun depan 9,5.”
Dikatakan, kesuksesan yang diraih pihak sekolah, tak lepas dari strategi yang diterapkan pihaknya sejak Oktober 2013 lalu. Yaitu, membuka kelas kompetitif.
Sebanyak 165 peserta didik, mengikuti kelas kompetitif. Mereka terbagi dalam grade 1 sampai grade 6. Masing-masing grade, punya materi yang berbeda; disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.
”Tujuan kelas kompetitif adalah mengkaji materi dan memberikan penanganan terhadap anak sesuai kemampuannya. Dengan kelas kompetitif, kita bisa mengetahui sampai di mana kemampuan anak dalam menyerap materi yang diberikan dan menindaklanjuti anak secara benar dan baik pula.”
Buah dari kelas kompetitif,  dirasakan saat nilai unas keluar. Sekolahnya memperoleh jumlah nilai 34-34,99 sebanyak 10 siswa; dan nilai 35-35,99, ada 21 siswa.
Sedangkan nilai 36-36,99 diraih 41 siswa, nilai 37- 37,99 sebanyak 64 siswa, nilai 38-38,99 sebanyak 27 siswa dan jumlah nilai 39-40 ada 2 siswa.
Menjelang ujian nasional, pihak sekolah rutin memberikan latihan soal yang jauh lebih sulit dari unas. Tujuannya, anak tidak kaget saat mengerjakan soal-soal unas.
”Untuk standar soal, latihan yang diberikan sekolah sengaja disusun lebih sulit dari unas. Tujuannya, agar anak sudah terlatih mengerjakan yang sulit dulu. Harapannya, saat unas, anak mudah mengerjakan soal-soalnya. Cara ini terbukti efektif meningkatkan prestasi anak,” beber Kunandi. (*/isk/ce1)