WONOSOBO – Ratusan orang dari berbagai organisasi, Minggu (15/6) kemarin, bergotong royong membersihkan tanaman liar berupa enceng gondok dan sampah di Telaga Menjer, Kecamatan Garung.
Aksi ini, untuk menjaga kebersihan telaga seluas 70 hektare tersebut. Maklum, selama empat bulan terakhir, hampir separo Telaga Menjer dipenuhi tanaman liar.
Kegiatan gotong royong bersih Telaga Menjer diikuti berbagai komunitas dan organisasi pemerintah. Meliputi, Koramil Kecamatan Garung, pegawai Kecamatan Garung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan PLTA wilayah Garung. Juga anggota Karang Taruna Desa Maron dan Tlogo, Komunitas Penyelamat Ikan Serayu (KPIS), serta para petani ikan dari seputar Telaga Menjer.
Dalam melakukan kegiatan, ratusan orang itu menyebar di beberapa titik. Di antaranya, sisi barat, sisi selatan, dan sisi timur telaga. Selain membersihkan tanaman liar enceng gondok, mereka juga membersihkan sampah di telaga, berupa plastik dan beberapa jenis sampah lainnya.
Camat Garung, Santoso, menuturkan, aksi gotong royong membersihkan Telaga Menjer, merupakan inisiasi bersama antara berbagai komunitas dan pemerintah. Sebab, dalam empat bulan terakhir, tanaman liar jenis enceng gondok terus bertambah. Nyaris separo dari telaga, dipenuhi enceng gondok. ”Sudah ada separo telaga tertutup eceng gondok, yang paling padat sisi barat, selatan dan timur,” kata Santoso.
Suburnya tanaman liar, kata Santoso, membuat kondisi telaga tidak sehat. Sebab, akibat adanya tanaman enceng gondok, sampah yang berasal dari sungai, masuk ke telaga. Sampah pun menyusup di antara tanaman enceng gondok.
”Sehingga sampahnya susah dibersihkan. Maka, hari ini (kemarin) kita gotong royong membersihkan tanaman liar sekaligus sampah-sampah di dalamnya.”
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kecamatan Garung Shubuh Oni Wiyono mengatakan, akibat banyaknya enceng gondok dan sampah, membuat kondisi telaga kurang sehat. Sebab jenis tanaman liar di sana, akan cepat membusuk. Satu sisi, sampahnya mengganggu turbin PLTA wilayah Garung.
”Enceng gondok ini membuat sampah susah dibersihkan, sehingga sampah hanyut ke turbin PLTA dan mengganggu pembangkit listrik.”
Selain itu, kata Oni, banyaknya eceng gondok juga mengganggu aktivitas wisata. Utamanya, ketika ada wisatawan yang akan naik gethek, transportasinya terganggu, karena tanaman liar memadati sekeliling dermaga.
Ketua Karang Taruna Desa Maron, Purwantoro Joko Susilo, menambahkan, aksi bersih-bersih enceng gondok dan sampah sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali. Baik oleh Karang Taruna maupun petani ikan. Namun tak kunjung bersih, karena areanya terus bertambah.
”Hari ini (kemarin) tambah tenaga dari berbagai komunitas, semoga cepat selesai.” (ali/lis/ce1)