Tuntut Upah Naik, Karyawan Dipecat

98

KARANG KIDUL — Ratusan karyawan PT Espera Satya Offset, Jumat (13/6) mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang. Mereka mengadukan nasib 10 karyawan yang dipecat secara sepihak oleh perusahaan.
Perwakilan karyawan dipertemukan dengan perwakilan divisi HRD PT Espera Satya Offset, kuasa hukum dengan mediator dari Disnakertrans. Namun pertemuan belum menemukan kata sepakat sehingga pertemuan dijadwalkan kembali Jumat (20/6) pekan depan.
Koordinator Aksi Fanotona Daniel Gea mengatakan, selama ini ke-10 karyawan yang di-PHK secara sepihak tidak diberi gaji dan hanya dirumahkan saja. ”Harusnya mereka itu tetap mendapatkan gaji meskipun mereka tidak bekerja,” katanya.
Selain itu para karyawan ini seharusnya tidak langsung dipecat, tetapi harus melalui Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). ”Tetapi ini mereka itu dipecat langsung tanpa melalui PHI sehingga hal itu tidak adil,” katanya.
Perwakilan Divisi Personalia PT Espera Satya Offset Sarjono menjelaskan, para karyawan tersebut dipecat karena menuntut kenaikan upah. ”Upah telah ditentukan tetapi kenyataannya mereka menuntut upah lebih, sehingga merugikan perusahaan,” katanya.
Sementara itu, mediator dari Disnakertrans Kota Semarang Sudiyono mengatakan seharusnya perusahaan tetap memberikan mempekerjakan karyawan dan memberi gaji. Sebab masalah ini masuk dalam penyelesaian PHI. PHK baru dinyatakan sah (hid/ton/ce1) 

Silakan beri komentar.