UNGARAN – Sejumlah daerah di Jateng menggagas kerja sama pengembangan destinasi dan promosi pariwisata bersama di wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur). Mereka sepakat membuat pengembangan daya tarik wisata, menyusun paket wisata dan membuat event bersama agar wisatawan yang datang tak hanya terpusat di satu daerah.
Kasi Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng, Prambudi Trajutrisno mengatakan selama ini wisatawan yang datang ke wilayah Kedungsepur belum tersebar secara merata. Kota Semarang dan Kabupaten Semarang masih menjadi magnet utama dan wilayah lainnya lebih menjadi perlintasan. ”Hal ini di antaranya disebabkan promosi pariwisata yang belum terpadu. Saat ini dalam pembangunan kewilayahan Kedungsepur sudah ada kesepakatan di antara kabupaten/kota untuk mengembangkan wisata bersama,” ujarnya dalam acara Fasilitasi Kerjasama Pengembangan Destinasi dan Promosi Pariwisata Kedungsepur di rumah makan Indah Sari, Ungaran, Kamis (12/6).
Dalam waktu dekat sejumlah wilayah tersebut akan menyusun promosi pariwisata dan pembuatan event bersama. Langkah awal dimulai dengan pembuatan leaflet promosi pariwisata bersama.
Eko Suseno Matrutty dari Pusat Studi Pariwisata UKSW menambahkan sebagai langkah awal, masing-masing kabupaten/kota mengirimkan 3 daya tarik wisata. Kota Semarang menjadi koordinator kabupaten/kota di wilayah Kedungsepur. Kota Semarang sendiri mengajukan Lawang Sewu, Kelenteng Sam Poo Kong, dan waduk Jatibarang. Kabupaten Semarang menyodorkan candi Gedongsongo, Kampung Kopi Banaran, dan monumen Palagan. Kota Salatiga mengajukan desa wisata Tingkir, Salib Putih, dan Atlantis Dreamland. (ric/ton/ce1)