Kompetisi Sains Siswa Madrasah

138

TEMANGGUNG — Wakil Bupati Irawan Prasetyadi berpendapat, meski madrasah merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan, namun pengetahuan umum dan sains tidak boleh tertinggal. Untuk itu, kontribusi madrasah yang pengelolaannya di bawah Kementerian Agama, harus memberikan nilai tambah bagi perkembangan sains dan teknologi.
Hal itu disampaikan Irawan saat membuka Kompetisi Sains Madrasah (KMS) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung, Kamis (12/6) pagi kemarin. ”Kompetisi Sains Madrasah sangat penting bagi siswa-siswi madrasah, dalam menumbuhkan pengetahuan tentang sains, memberi memotivasi siswa, dan memberi manfaat bagi masyarakat Temanggung,” katanya.
Untuk memberi kontribusi tersebut, semua siswa harus berpedoman pada DUIT. Dengan pedoman tersebut, maka akan memberikan nilai tambah. Juga meningkatkan kualitas siswa dalam bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
”Siswa harus berpedoman pada DUIT, yang artinya D adalah doa, U adalah usaha, I adalah ikhtiar, dan T adalah takwa. Insya Allah akan meraih kesuksesan di masa mendatang,” katanya.
Ketua panitia Ahmad Sugiarto menjelaskan, KMS dilaksanakan untuk tingkatan (MI, MTs, MAN). Tujuan utamanya, untuk meningkatkan mutu pendidikan sains di madrasah secara komprehensif melalui tumbuh kembang belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik.
Jumlah peserta 221 orang. Terdiri atas MI, MTS, dan MA. Untuk kompetisi KSM tingkat MI 2 mapel matematika dan IPA, MTs 3 mapel matematika, fisika, biologi. Sedangkan untuk MA 6 mapel matematika, biologi, fisika, kimia, ekonomi dan geografi. (zah/lis/ce1)