Jabatan Hampir Habis, Dewan Semakin Malas

113

GEDUNG BERLIAN – Pemilihan legislatif (Pileg) yang telah usai tak lantas membuat anggota DPRD Jateng rajin berkantor. Masa jabatan yang hampir berakhir justru membuat para wakil rakyat semakin malas, terlebih bagi mereka yang tak lagi terpilih. Pemandangan ini terlihat di sidang paripurna dengan agenda pandangan umum tentang raperda pertanggungjawaban APBD 2013, Jumat (13/6).
Ruang rapat paripurna gedung berlian terlihat melompong karena dari 98 anggota DPRD Jateng, yang datang dan mengisi daftar hadir hanya 47 orang. Mereka yang mengisi daftar hadir juga tak seluruhnya ikut sidang. Di dalam ruang rapat, terhitung hanya 30 orang yang duduk di kursi. Bahkan kursi-kursi pimpinan Komisi banyak yang kosong karena si empunya tak datang.
Dari 30 anggota DPRD yang masuk itu terdiri atas 2 orang dari Komisi A, 8 dari Komisi B, 4 dari Komisi C, 6 dari Komisi D, dan 8 orang dari Komisi E. Sementara dari empat pimpinan DPRD, hanya ada dua yang hadir, yakni Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Fikri Fakih dan Bambang Priyoko. Selain hanya sedikit yang datang, sidang juga molor karena dari undangan pukul 09.00, baru dimulai pukul 10.00.
Ketua Fraksi PPP DPRD Jateng Istajib mengakui banyak anggota DPRD tak masuk kerja. Ia menyatakan fraksinya terdiri atas 7 orang, sebanyak 2 orang tidak datang. ”Dua yang tidak masuk karena bertugas memantau pelaksanaan musabaqoh tilawatil qur’an (MTQ),” kata Istajib.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jateng Fikri Fakih berkilah, banyak anggota DPRD tak bisa ikut sidang paripurna karena ada tugas yang lain. Menurut Fikri, pelaksanaan sidang paripurna kali ini memang mepet di tengah banyaknya agenda DPRD yang harus diselesaikan. ”Terutama anggota Banggar yang sedang banyak agenda,” katanya.
Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly mengatakan meskipun sidang paripurna hanya dihadiri 30 orang tapi tetap sah digelar. Sebab agenda sidang paripurna pandangan umum tentang raperda pertanggungjawaban APBD 2013 tak harus memenuhi kuorum. ”Agenda sidang hanya pandangan umum, tidak mengambil sebuah keputusan pengesahan,” katanya.
Dalam sidang paripurna kemarin, sejumlah fraksi di dewan mengkritisi berbagai kinerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Seperti angka kemiskinan yang masih tinggi, masih banyaknya kerusakan jalan raya, dan masih banyak lagi. (ric/ton/ce1)