UNGARAN – Sekalipun stok bahan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kabupaten Semarang melimpah, namun menjelang Ramadan, harga kempokmas mulai merambat naik. Kenaikan harga tersebut akan terus terjadi hingga memasuki bulan Ramadan.
 
Pantauan di Pasar Bandarjo, Ungaran, peningkatan harga mulai awal pekan ini. Rata-rata bahan pokok penting pada minggu kedua di bulan Juni naik dibandingkan sebelumnya. Kenaikan harga tidak begitu tinggi, hanya berkisar Rp 200-Rp 5 ribu per kilogram.
Menurut Wiyono, 40, pedagang sembako di Pasar Bandarjo, Ungaran, saat ini stok bahan kebutuhan pokok mudah didapat. Artinya, stok bahan pokok masih mencukupi. Sekalipun ketersediaan stok bahan pokok mencukupi, namun harganya naik menjelang Ramadan. Seperti beras C4 harganya naik Rp 200 hingga menjadi Rp 8 ribu-Rp 9 ribu per kilogram. Namun ada komoditas lainnya yang harganya stabil seperti gula pasir dan minyak goreng.
“Sebenarnya kenaikan harga ini sudah biasa setiap kali jelang Ramadan. Semestinya pemerintah itu berupaya agar harga itu stabil. Sebab, dengan harga tinggi itu akan menurunkan daya beli masyarakat. Sementara untuk kami ketika harga naik modal kita jadi tambah, tetapi keuntungannya tetap saja. Kayaknya pemerintah sibuk, ngurusi pilpres jadi lupa ngurusi masalah harga sembako,” tutur Wiyono, Jumat (13/6) kemarin. 
 
Sedangkan untuk komoditas daging di Pasar Bandarjo, hanya daging ayam potong yang mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000 per kilogram.
Menurut Puput, 46, kenaikan harga itu terjadi karena stok daging ayam berkurang. Sementara daging sapi cenderung stabil, yakni pada kisaran Rp 85 ribu-Rp 90 ribu per kilogram.
“Harga daging ayam potong dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan ini akan terus terjadi hingga Ramadan,” tutur Puput. 

Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Moch Natsir, hasil survei harga kepokmas yang dilakukan pada Kamis (12/6) kemarin di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Semarang sudah terjadi kenaikan harga. Namun ada beberapa bahan pokok yang tidak naik bahkan cenderung turun.
“Untuk stok ketersediaan bahan pokok mencukupi. Namun harganya mulai naik menjelang Ramadan. Ini terjadi karena adanya sentimen pasar. Tetapi ada beberapa bahan pokok yang stabil seperti daging, gula dan minyak goreng,” tutur Natsir. (tyo/aro)