Revi Alvin Razaqi, Peraih Nilai Unas Tertinggi di Jateng

Revi Alvin Razaqi, siswa SMP Negeri 1 Semarang menjadi peraih nilai ujian nasional (unas) tertinggi di Jateng. Ia meraih nilai unas 39,20.

EKO WAHYU BUDIYANTO, Tugu

AIR mata haru menetes di kedua mata pasangan Rusmiyati dan Muhammad Aksin saat diberitahu anak semata wayangnya, Revi Alvin Razaqi, menjadi peraih nilai ujian nasional (unas) SMP 2014 tertinggi di Jateng. Keduanya tak menyangka, Revi bakal meraih prestasi setinggi itu.
Ditemui di kediamannya RT 2 RW 1 Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, tadi malam (13/6), Rusmiyati dan Muhammad Aksin masih tidak percaya jika Revi menjadi peraih nilai unas tertinggi di Jateng dengan nilai nyaris sempurna 39,20 (nilai maksimal 40). Tak henti-hentinya Rusmiyati mengucapkan rasa syukur atas prestasi putranya yang kini berusia 15 tahun tersebut.
Revi –panggilan akrab Revi Alvin Razaqi— pun tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Ia mengaku baru tahu dirinya menjadi peraih nilai unas tertinggi SMP di Jateng dari Radar Semarang. ”Sebelumnya belum tahu. Tahunya ya dari mase ini,” kata Revi dengan wajah berbinar.
Siswa SMP Negeri 1 Semarang yang lahir pada 24 Januari 1999 ini mengaku hingga tadi malam pihak sekolah belum memberitahu jika dirinya menjadi siswa peraih nilai unas tertinggi di Jateng.
Tak heran, jika Revi pun tak tahu rincian nilai pelajaran unas yang diperoleh. Namun diperkirakan, Revi mendapat nilai absolut alias nilai 10 di satu atau dua mata pelajaran. ”Alhamdulillah kalau nilai unas saya 39,20. Terus terang saya nggak menyangka bisa mendapat hasil setinggi itu,” akunya.
Revi sendiri tidak punya kiat belajar secara khusus setiap harinya. Selain bersekolah, Revi juga membatu kedua orang tuanya menjalankan usaha fotokopi dan jualan koran di sekitar SD Tugurejo. ”Saya hanya menyuruhnya belajar dan belajar, agar kelak bisa membanggakan kedua orang tua,” tutur Aksin, ayahnya.
Meski begitu, Revi mengaku tidak malu jika harus bersekolah sambil membantu kedua orang tuanya menjalankan usahanya tersebut.
Ibunda Revi, Rusmiyati, menambahkan, jika Revi setiap harinya membagi waktu antara belajar dan orang tua. ”Dia (Revi, Red) juga tidak ikut les apa pun. Dia hanya belajar sendiri di rumah. Nanti kalau ada soal yang tidak bisa, dia tanyakan gurunya saat di sekolah,” katanya.
Selain berprestasi di bidang akademik, Revi ternyata juga berprestasi di cabang olahraga taekwondo. Sejak kelas 2 SD Tugurejo, ia rajin mengikuti latihan olahraga bela diri ini. Prestasi yang diraih di cabang olahraga ini pun tak tanggung-tanggung. Itu dibuktikan oleh puluhan medali dan piala yang dipajang di rumahnya.
Revi pernah meraih juara II kejuaraan Gubernur Cup dan juara I kejuaraan taekwondo Bupati Cup di Pati. Revi yang kini sudah masuk ke tingkat sabuk hitam berencana ingin mendaftar di SMA Negeri 3 Semarang. Meski sekolah favorit itu di luar rayonnya, ia optimistis akan diterima di SMA tersebut. ”Berbekal nilai dan doa dari bapak-ibu, Insya Allah saya bisa keterima,” kata Revi. (*/aro/ce1)