TEMANGGUNG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung menyisir warga yang telah memiliki hak pilih, namun belum tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) pada pilpres 9 Juli mendatang. KPU juga tengah mempersiapkan logistik pemilu yang akan didistribusikan ke seluruh TPS.
”Setelah kami menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Senin (9/6), KPU masih memberikan peluang bagi warga yang belum terdaftar untuk dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DP K),” kata komisioner KPU Kabupaten Temanggung, Agus Istanto.
Dikatakan, penyisiran tersebut dilakukan panitia pemungutan suara di tingkat desa. Mereka yang masuk DPK akan ditetapkan oleh KPU Provinsi.
Ketua KPU Kabupaten Temanggung, Sujatmiko, mengatakan, DPT belum dikunci karena masih ada daftar pemilih khusus yang diberi kesempatan untuk menyusulkan. Mereka diberi waktu hingga 1 Juli 2014. ”Namun, kemungkinan jumlah DPK tidak banyak,” katanya.
Sujatmiko mengatakan, yang perlu disosialisasikan, semua warga negara yang punya hak pilih, seyogianya terdaftar dalam daftar pemilih. ”Jika tidak terdaftar, segera manfaatkan waktu dalam penyusunan DPK dengan melapor ke PPS.”
DPT di Kabupaten Temanggung sebanyak 579.458 pemilih. Terdiri atas 289.537 laki-laki dan 289.921 perempuan. Mereka terdaftar di 1.801 TPS, yang tersebar pada 289 desa dan kelurahan. Sementara itu, siang kemarin, KPU menemukan beberapa botol tinta sidik jari yang bocor.
Komisioner KPU Temanggung Lutfi Arifin mengatakan, dari 3.762 botol tinta sidik jari yang diterima, ada beberapa botol tinta mengalami bocor. ”Hanya ada tiga botol yang bocor. Lainnya bagus,” katanya.
Dikatakan, jumlah total kebocoran tinta belum diketahui secara pasti. Sebab, pengecekan belum selesai dilakukan. Diperkirakan, pengecekan baru selesai dilakukan pada Sabtu (14/6) (hari ini, Red). (zah/lis/ce1)