27 Truk dan Angkutan Terjaring Razia

149

KAJEN-Sebanyak 27 unit truk pengangkut barang dan 2 unit angkutan jurusan Kajen–Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, terjaring razia yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan, Jum’at (13/6) siang kemarin. Tepatnya, saat melewati Jalan Raya Makam Pahlawan Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Adapun pelanggaran yang dilakukan, para sopir truk dan angkutan tidak melengkapi surat kendaraan, ada pelanggaran kelas jalan, hingga kendaraan yang sudah tidak laik jalan.
Arman, 32, sopir angkutan umum yang turut terjaring razia mengaku tidak tahu kalau izin kendaraannya, belum diperpanjang. Karena mobil yang dikemudikan bukan miliknya. ”Saya hanya menyopiri saja. Kalau untuk izin dan sebagainya, itu urusan juragan,” kata Arman, warga Desa Wiradesa RT 11 RW 02, Kecamatan Wiradesa ini.
Demikian juga dengan Yanto, 38, sopir truk dari Banjarnegara yang membawa pecah belah melebihi muatan yang telah ditentukan. Menurutnya, pemilik kendaraan tidak mau membawa beban sedikit, ketimbang merugi. ”Saya juga sebetulnya keberatan dengan beban yang berlebihan. Dengan membawa barang sebanyak ini, setirnya terasa berat. Terutama saat berada di tikungan yang menurun,” kata Yanto yang selalu melalui jalur Banjarnegara–Pekalongan.
Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Darat, Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, menjelaskan bahwa penertiban kendaraan roda empat pengangkut barang dan armada angkutan umum sudah rutin dilaksanakan tiap bulannya. Hal itu, untuk menertibkan penggunaan kelas jalan agar tidak menyalahi aturan. ”Dari 27 truk, 2 angkutan melanggar kelas jalan. Lainnya, kendaraan tidak layak jalan dan surat-surat tidak lengkap,” jelas Wahyu Kuncoro.
Wahyu Kuncoro menandaskan bahwa sebelum penertiban dilakukan Dishubkominfo, telah ada sosialisasi terhadap pemilik kendaraan, baik truk maupun angkutan umum. Karena itulah, semua pengendara yang terjaring razia akan dikenai sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Tujuannya, agar pengemudi mendapatkan efek jera atas keselahan yang dilakukan. ”Semua yang salah kami kenai hukuman, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapan kami, semua pengemudi taat hukum,” tandasnya. (thd/ida)