MUGASSARI – Komplotan perampok bersenjata api (senpi) yang kerap beraksi di wilayah Jawa Tengah berhasil digulung aparat Direktorat Reserse Krimininal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Dari 12 tersangka, di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan ketika hendak disergap. Ke-12 tersangka adalah Prayitno, 28, warga Purbalingga; Rizal Sulistyono, 47, warga Purbalingga; Sugito, 50, warga Jakasampirna, Bekasi Barat; Sarmuji, 40, warga Kalijajar, Wonosobo; Warsito, 47, warga Salaman, Magelang dan Sugiono, 37, warga Sambek Wonosobo.
Selain itu, Jono Purwanto, 29, warga Pekuncen, Banyumas; Katawi, 44, warga Kandang, Rembang; Nanang Suryanto, 26, warga Kandang, Rembang; Salman Alfarisi, 27, warga Brebes; Helmi Afandi, 22, warga Bumiayu, Brebes serta Shodiqin, 47, warga Sidomulyo, Salaman, Magelang.
Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali mengatakan, para tersangka merupakan sindikat perampok lintas provinsi. Komplotan ini diketahui sangat meresahkan warga. Mereka tak segan untuk menembak korban saat beraksi. ”Ke-12 tersangka berhasil kami tangkap di lokasi berbeda,” katanya.

Komplotan perampok bersenpi ini dipimpin oleh tersangka Katawi. Ia merupakan otak perampokan sekaligus bertugas untuk mengeksekusi korbannya. Untuk mengelabui petugas, Katawi tinggal dan bersembunyi di Lampung. ”Ada empat senpi yang kami amankan. Ini semua digunakan beraksi, bahkan korban selalu dilukai,” ujarnya.
Direktur Reserse Krimininal Umum (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Purwadi Ariyawan menambahkan, sasaran utama aksi perampokan komplotan ini adalah para juragan atau orang yang membawa uang cash. Pelaku selalu melibatkan orang lokal untuk mengamati dan menggambar lokasi eksekusi. ”Begitu dapat, pelaku menghubungi eksekutor dari Lampung. Mereka ini yang membawa senjata api,” jelasnya.
Katawi Cs termasuk perampok spesialis uang cash yang kerap beraksi di berbagai wilayah. Mulai Jateng, Jabar, dan Jatim. Untuk melancarkan aksinya, Katawi selalu menggandeng pemain lokal. ”Sasaranya para juragan yang selalu membawa uang cash. Mereka lebih banyak beraksi di daerah pinggiran,” katanya.
Tersangka Katawi mengaku sudah beraksi di delapan lokasi di Jateng. Terakhir, ia beraksi di Dusun Patak Banteng, Kejajar, Wonosoba pada 29 Mei lalu. Dalam aksinya, ia mendapatkan uang tunai Rp 100 juta. ”Saya posisinya di Lampung, begitu ada sasaran baru dihubungi dan langsung turun ke sini,” akunya.
Setiap kali beraksi, kata Katawi, hasilnya lalu dibagi rata. Setelah mendapatkan hasil, ia kembali bersembunyi di Lampung. Hasil kejahatannya digunakan untuk bersenang-senang. ”Uangnya habis buat senang-senang,” katanya.
Dari tangan para tersangka diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, motor Honda Revo nopol AA 4313 HP, jaket, uang tunai Rp 45,8 juta, 2 pucuk airsoft gun, 2 pucuk senjata rakitan, 5 butir peluru colt 38, 5 tabung gas airsoft gun, 3 obeng, 233 butir peluru airsoft gun, 4 butir peluru tajam jenis RM call 5.56, serta sejumlah barang milik pelaku. ”Kami masih mendalami dari mana senpi tersebut didapat. Karena semua hasil rakitan,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Lilek Darmanto. (fth/aro/ce1)