Salim Merasa Jadi Korban Politik

125



MANYARAN – Bupati Rembang (nonaktif) Moch Salim mengaku sangat terkejut saat ditetapkan menjadi tersangka hingga menjalani proses persidangan dugaan korupsi dalam penyertaan modal APBD Rembang tahun 2006-2007 pada PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Ia menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan rekayasa yang dilakukan oleh lawan politiknya di Kabupaten Rembang.
Hal itu diungkap Salim saat membacakan nota pembelaan (pledoi) di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (12/6). Sesekali Salim terlihat sesenggukan lantaran tidak bisa menahan air matanya. Ia mengaku tidak bersalah dan apa yang dilakukan tidak melanggar aturan. Sehingga tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) yang menuntutnya pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan sangat memberatkan.
“Kasus ini bermula atas skenario Wakil Bupati 2005-2010 bersama oknum anggota DPRD 2004-2009 Fraksi PKB Rembang dr Sugeng Ibrahim yang merupakan rival politik saya. Waktu itu Wabup ingin mendepak saya dari jabatan Bupati. Mereka melakukan konspirasi jahat dengan Kabag Keuangan Maskuri yang mempunyai peran sangat dominan di bidang keuangan di Pemkab Rembang,” beber Salim di hadapan majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto.
Salim menegaskan bahwa penyertaan modal APBD Rembang tahun 2006-2007 sebesar Rp 25 miliar kepada PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) tidak menyalahi aturan. Pasalnya dana yang digunakan bukan atas pencairan Dana Tidak Tersangka (DTT) sebagaimana dakwaan JPU. Melainkan peminjaman atas kas daerah (Kasda). “Antara pinjaman Kasda dan pos mata anggaran DTT itu berbeda. Di antaranya adalah pos mata anggaran DTT diatur dalam Kepmendagri 29/2002 dan Pemendagri 13/2006. Sedangkan pinjaman kasda tidak diatur atau dilarang dalam peraturan tersebut,” ungkapnya.
Perbedaan lain, imbuh Salim, dalam pos mata anggaran DTT tidak ada kewajiban mengembalikan dana karena habis dipakai untuk pelaksanaan kegiatan. Sedangkan pinjaman kasda ada kewajiban mengembalikan dana yang dipinjam. “Dan itu sudah saya kembalikan ke kasda pada 21 Desember 2006,” imbuhnya. (fai/ton)